Pura Penataran Agung Lempuyang
Pura Penataran Agung Lempuyang dibahas sebagai kompleks arsitektur Indonesia dalam artikel sumber. Lokasi yang tercatat: Karangasem, Bali, Indonesia. Uraian terpilih mencakup bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang serta riwayat yang dipertahankan dalam bahasa Inggris.
- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Pura Penataran Agung Lempuyang dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Karangasem, Bali, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Pura Penataran Agung Lempuyang
- Lokasi
- Karangasem, Bali, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q47492282; EN55892953
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor EN55892953
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Inggris
Pembuka
Pura Penataran Agung Lempuyang is a Balinese Hindu temple or pura on Mount Lempuyang in Karangasem Regency, Bali. It is the first and lowest temple of the complex of temples called Pura Lempuyang. The highest of these temples, Pura Lempuyang Luhur, is one of the Sad Kahyangan Jagad or "six sanctuaries of the world", six holiest places of worship on Bali, and one of the nine directional temples of Bali.
Location
Pura Penataran Agung is located on the south-west side of Mount Lempuyang, 600 m above sea level, in Abang district, Karangasem Regency.
Lempuyang is a Javanese name; the Balinese name is Gamongan.
Lempuyang temples
The Pura Lempuyang complex includes seven temples along the hiking path to the summit of Mount Lempuyang. The seven temples are, from the lowest to the highestː
Pura Penataran Agung Lempuyang
Pura Telaga Mas, second temple met from the entrance
Pura Telaga Sawangan
Pura Lempuyang Madya
Pura Puncak Bisbis, fifth temple
Pura Pasar Agung, sixth temple
Pura Lempuyang Luhur, seventh temple
Religious signification
Pura Lempuyang Luhur, the main temple of the Lempuyang temple complex, is one of the Sad Kahyangan Jagad or the "six sanctuaries of the world", the six holiest places of worship on Bali. According to Balinese beliefs, they are the pivotal points of the island, meant to provide spiritual balance to Bali.
Pura Lempuyang Luhur is also one of the nine directional temples (Pura Kahyangan Padma Bhuwana) of Bali, with each of the nine temples marking a cardinal direction plus the center. Pura Lempuyang Luhur represents the east direction (purwa) and the color white. This direction is associated with the domain of the Balinese god Iswara.
The whole Lempuyang mountain was divided into three sections which corresponds to the Balinese cosmology, the base of the mountain is known as Sang Ananta Bhoga and corresponds to the mount of Brahma, the middle part of the mountain is known as Sang Naga Basukih and corresponds to mount of Vishnu, while the top of the mountain is known as Sang Naga Taksaka and is considered as mount of Shiva. The most sacred point of Mount Lempuyang is the highest, where the Pura Lempuyang Luhur is built. Pura Penataran Agung, also known as Pura Silawana Hyang Sar, is located in the middle part of the mountain; while at the base of the mountain, the Pura Dalem Dasar Lempuyang is built.
Temple layout
Mount Lempuyang, also known as Mount Lempuyang Luhur, is one of the most sacred natural points in Bali.
Pura Penataran Agung Lempuyang is oriented toward the top of Mount Lempuyang. The temple compound is divided into three areas: the outer sanctuary of the temple (jaba pisan or nistaning mandala), the middle sanctuary (jaba tengah or madya mandala), and the inner main sanctuary (jero or utamaning mandala).
The entrance to the outer sanctuary (jaba pisan) is marked with a white-painted split gate (candi bentar). Several bale (Balinese pavilions) are located in the outer sanctuary. One of them is the rectangular bale gong ("gong pavilion") where the gamelans are stored; another bale in this courtyard is the bale kulkul where the percussive drum to call for prayer is placed.
The entrance to the middle sanctuary (jaba tengah) is marked with three white-painted paduraksa portals. The passage to the left is used for entry, while the passage to the right is used for exit. The central door is usually closed and is only opened during the temple's main festival: the biannual piodalan festival. The central portal is where sacred objects, heirloom, and offerings could pass during festival time. All three flight of stairs which lead to the paduraksa portals is flanked with mythical figures of Naga. Sculptures inspired by the epic of Mahabharata, e.g. of Arjuna, Bima, and Yudhistira, dot the surroundings of the stairs. On the uppermost level of these is the statue of Krishna, the worldly form of Vishnu.
The uppermost inner sanctuary (jero) is the most sacred courtyard of Balinese temples. The courtyard of Pura Penataran Agung Lempuyang features several meru towers and pelinggih shrines, each dedicated to different gods and local deities. Several padmasana shrines - in the shape of empty stone thrones - are dedicated to the Sang Hyang Widhi, highest god of Hindu pantheon, and to the gods of the Trimurti.
Ritual
The piodalan or puja wali festival (anniversary of the temple) of Pura Penataran Agung is held once every 6 months every Thursday (Waraspati) or one day after the Galungan festival.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Inggris
History
The establishment of places of worship around Mount Lempuyang is believed to predate the majority of Hindu temples on the island of Bali.
Two epigraphs, Epigraph Sading C and Epigraph Dewa Purana Bangsul, tell the spiritual history of the temple. According to the first one, en 1072 Caka (balinese lunar calendar; 993–994 in gregorian calendar), Cri Maharaj Jayacakti is told by his father to go to Bali and build a temple on the Lempuyang mountain, for it to be Bali's salvation and to bring more people to that area. The other epigraph says that Lord Paramecwara sent one of his sons, Cri Gnijayacakti, to Bali to become the saviour of the island.
Pura Penataran Agung Lempuyang was restored in 2001.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Inggris — Pura Penataran Agung Lempuyang. Revisi 1376845433. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Inggris mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 1376845433. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Pura Penataran Agung Lempuyang sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-26T15:49:37Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Inggris · Pura Penataran Agung Lempuyang · revisi 1376845433 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-26T15:49:37Z
- Wikidata P625 · Pura Penataran Agung Lempuyang ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-05-19T07:38:59Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.