Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R602776596
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID2776596. Asal dan lisensi uraian
KompleksSulawesi Selatan, IndonesiaARS-R602776596

Rumah adat Sao Mario

Rumah adat Sao Mario adalah rumah adat dan juga kawasan wisata budaya yang letaknya berada di Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Mario Riawa, Kampung Awakaluku, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Kompleks
Fungsi
Hunian (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Rumah adat Sao Mario dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Sulawesi Selatan, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Rumah adat Sao Mario sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Kompleks dihitung satu profil dan tidak ditambahkan ke hitungan bangunan individual.
Nama utama
Rumah adat Sao Mario
Lokasi
Sulawesi Selatan, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q65210125; ID2776596
Klasifikasi sumber
hunian · nomor ID2776596
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: hunian. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Rumah adat Sao Mario adalah rumah adat dan juga kawasan wisata budaya yang letaknya berada di Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Mario Riawa, Kampung Awakaluku, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Jarak kawasan wisata budaya ini dengan kota Watangsoppeng kurang lebih sekitar 32 Km. Rumah adat ini memiliki bentuk seperti sebuah kompleks yang didalamnya terdapat beberapa miniatur rumah adat dari daerah lain di Sulawesi Selatan yaitu rumah adat suku Makassar, suku Bugis, suku Mandar dan suku Toraja juga terdapat rumah adat dari Minangkabau dan Batak serta ada juga rumah lontara. Dalam bahasa Bugis rumah adat ini juga biasa disebut dengan "bola seratu" yang artinya adalah rumah seratus. Dikatakan rumah seratus karena rumah ini memiliki 119 tiang. Sudah menjadi ciri khas rumah adat Bugis memiliki banyak tiang penyangga di bawah rumah. Saat ini rumah ini difungsikan sebagai museum tempat menyimpan barang barang antik bernilai tinggi yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri, benda- benda pusaka dan benda benda kerajaan dari beberapa provinsi di Indonesia.

Konstruksi

Rumah adat Sao Mario menggunakan desain arsitektur perpaduan dari tradisi Buginese (Batu-Batu, Soppeng dan Minangsih (Minangkabau).

Rumah adat ini berdiri di atas tanah seluas 2 hektar. Panjang dari rumah ini adalah 40 meter dan lebar adalah 14 meter. Terdapat 4 pilar dididepan yang memiliki diameter 50 cm. Kayu yang digunakan adalah dalam bahasa Bugis disebut aju bolong yang artinya kayu hitam.

Rumah adat ini mempunyai sistem struktur dan konstruksi yang terdiri dari lima komponen yang dibuat dengan menggunakan sistem lepas pasang dan tidak menggunakan paku dalam pengerjaannya seperti rumah adat Bugis lainnya yaitu,

Rangka utama yaitu tiang dan balok induk, Konstruksi ini menggunakan kayu kelas satu.

Konstruksi lantai ang terbuat dari kayu.

Konstruksi dinding menggunakan kayu kelas dua.

Konstruksi atap, juga menggunakan kayu kelas dua.

Konstruksi tangga, menggunakan kayu kelas dua. Terdapat lima tangga yang ada di rumah adat Sao Mario satu tangga utama di depan rumah dan masing masing dua tangga di samping kiri dan kanan rumah adat.

Sebagai rumah adat Bugis ada tiga bagian yang wajib dimiliki oleh rumah adat Sao Mario yang sama dengan rumah adat Bugis pada umumnya Sao Mario dibangun diatas tiang (rumah panggung) yang terdiri atas tiga tingkat yakni bahagian atas, bagian tengah danbagian bawah, yang ma" sing-masing mempunyai fungsi - fungsi khusus

Bagian Atas disebut Rakkeang, bahagian atas rumah, dibawah atap atau bagian atap rumah yang berongga, bahagian ini, dipakai untuk menyimpan padi dan lain-lain persediaan pangan dan juga untuk menyimpan benda-benda pusaka.

Bagian tengah disebut Alebola/Alesao adalah ruangan-ruangan tempat tinggal manusia, yang terbagi-bagi kedalam ruang-ruang khusus, Ruangan ini berfungsi untuk menerima tamu, untuk tidur, untuk makan dan aktivitas dapur

Bagian bawah disebut Awabola/Awasaoadalah bahagian bawah lantai panggung yang.dipakai untuk menyimpan alat - alat pertanian.

Rumah adat Sao Mario adalah rumah yang didiami oleh keluarga kaum bangsawan dengan Ciri-ciri sebagai berikut mempunyai bubungan/Timpa Laja berpetak lima, mempunyai sapana yaitu tangga beralas, dan diatapi di atasnya.

Ciri Khas

Yang menjadi ciri khas dari Rumah adat ini adalah karena jumlah tiang penyangga yang berjumlah kurang lebih 100 tiang yang menyangga di bagian dasar bangunan rumah.

Selain itu di dalam kompleks seluas 12 hektar ini juga terdapat miniatur rumah adat dari beberapa daerah dan dari daerah 4 etnis diantaranya yaitu,

Rumah adat Bugis atau disebut sao Mario.

Rumah adat Makassar yang bernama Balla Mario.

Rumah adat Mandar yang bernama Boyang Mario.

Rumah adat Toraja yang bernama Tongkonan Mario.

Terdapat pula rumah adat bergaya arsitektur rumah adat Minangkabau dan Batak.

Ada juga Rumah Lontar "Lontara Mario" yang rumah dan perabotannya terbuat dari lontar.

Meski berada di kawasan yang sama rumah adat ini sengaja dibagi ke dalam beberapa bangunan agar adat asli rumah adat Bugis Soppeng tidak bercampur dengan adat adat dari rumah adat daerah lain.

Pada umumnya rumah adat dari suku Bugis memang memiliki desain rumah panggung dan mempunyai tiang-tiang penyanggah yang terletak di bagian dasar bangunannya. Hal ini juga bisa dilihat dari rumah rumah penduduk suku Bugis yang berbentuk rumah panggung dan memiliki tiang penyangga yang umumnya berjumlah antara tujuhbelas sampai duapuluh tiang. Jumlah tiang biasanya berdasarkan pada status sosial si pemilik rumah. Semakin tinggi statusnya maka semakin banyak tiang penyanggah yang digunakan dan sebaliknya. Selain itu di kompleks rumah adat Sao Mario juga terdapat danau kecil dan duplikasi kapal pinisi yang dijadikan rumah makan bersandar diatas danau. Kapal ini adalah kapal yang berasal dari suku Bugis dan merupakan kebanggaan suku ini.

Fungsi

Rumah adat ini memiliki beberapa fungsi diantaranya

Secara umum rumah adat ini difungsikan sebagai museum tempat menyimpan barang barang antik yang bernilai tinggi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Barang antik yang disimpan di museum ini seperti kursi antik, meja antik, tulang manusia dan berbagai jenis batu permata. Juga terdapat benda benda pusaka yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Selain itu di museum ini juga disimpan peninggalan dari beberapa kerajaan dan macam-macam senjata tajam seperti badik, parang dan keris.

Tempat ini juga digunakan sebagai lokasi ketika ada acara adat dan perayaan seperti digunakan saat perayaan Hari Ulang tahun Kabupaten Soppeng.

Untuk acara pernikahan dan sebagai tempat tinggal bagi pemilik dan beberapa orang lainnya.

Dahulu tempat ini juga digunakan untuk rapat oleh raja raja seperti raja Mandar yang akan tinggal di rumah adat Mandar dalam kawasan kompleks jika berkunjung.

Sebagai kawasan wisata budaya tempat ini banyak dikunjungi oleh wisatawan baik wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. Untuk bisa masuk pengunjung harus membeli tiket terlebih dahulu harga tiket saat hari kerja adalah Rp. 5.000 dan naik saat akhir pekan menjadi Rp. 10.000. Ada banyak fasilitas di kawasan kompleks rumah adat ini seperti area tempat parkir, warung makan dan tempat penginapan juga telah dibangun masjid yang diberi nama masjid Al-Mustari di kompleks ini.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Rumah adat Sao Mario berada di Kelurahan Manorang Salo, Marioriawa, Soppeng. Rumah adat Sao Mario didirikan di Batu-Batu, Marioriawa, Soppeng yang berada di sebelah Barat Kelurahan Manorang Salo diatas tanah seluas 12 hektar pada tahun 1990.

Batu-Batu adalah nama salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.

Tempat ini dikenal sebagai tempat asal leluhur raja raja Soppeng. Dahulu nama daerah ini adalah Marioriawa Attangsalo kemudian berubah menjadi Tanete Marioriawa sampai akhirnya menjadi“Batu-Batu” dan nama tersebut tidak pernah diganti lagi. Masyarakat Batu-Batu memiliki mata pencaharian sebagai petani, pegawai, pedagang dan juga nelayan.

Selain rumah adat ini juga terdapat salah satu kawasan wisata yang terkenal di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan yaitu permandian air panas Lejja. Lokasinya berada di kawasan hutan lindung yang ada di Desa Bulue tidak jauh dari rumah adat Sao Mario dan berjarak sekitar 44 Km dari pusat kota Soppeng.

Pendiri dan pemilik rumah adat Sao Mario adalah Profesor Andi Mustari Pide. Ia seorang bangsawan berasal dari Batu Batu, Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng yang merantau ke Minangkabau dan menjadi tokoh yang sukses. Ia adalah pendiri sekaligus Rektor dari Universitas Ekasakti. berikut silsillahnya :

La Ttone Datu Soppeng ke 26 menikah dengan Yatu Petta WaluE Datu Marioriawan melahirkan anak bernama La Mappaiyo Datu Marioriawa

La Mappaiyo Datu Marioriawa menikah dengan ArungngE Ilamming We Tenri Dio melahirkan anak 1. La Pangera Daeng Mangati Sullewatang Batu-Batu, 2. La Pagemusu Petta PonggawaE

La Pagemusu Petta PonggawaE menikah dengan I Tenrilawa melahirkan anak bernama Daeng Mamalu Petta Pabbicara Attang Salo Marioriawa

Daeng Mamalu Petta Pabbicara Attang Salo Marioriawa menikah dengan I Tungke melahirkan anak bernama Daeng Mappile Petta Pabbicara Attang Salo Marioriawa

Daeng Mappile Petta Pabbicara Attang Salo Marioriawa menikah dengan I Tenriwaru melahirkan anak Daeng Pawellang Petta Pabbicara Attang Salo Marioriawa

Daeng Pawellang Petta Pabbicara Attang Salo Marioriawa menikah dengan I Temmarunu Daeng Patappa melahirkan enam orang anak diantaranya 1. Andi Toreang Daeng Pagessa, 2. Andi Pariwusi Daeng Mapadeng Petta Pabbicara Attang Salo Marioriawa 3. Andi Tinakka Daeng Paratte, 4 Andi Teru Daeng Palureng, 5. Pung Sua, 6. Andi Bada

Andi Toreang Daeng Pagessa menikah dengan Andi Tahira melahirkan anak bernama Andi Pide

Andi Pide menikah dengan Andi Sitti Roniah melahirkan seorang anak bernama Profesor Mustari Pide

Profesor Mustari Pide menikah dengan istri pertamanya bernama Agusaman, kemudian menikah lagi dengan istri ke duanya bernama Herawati dari Minangkabau, kemudian menikah lagi dengan istri ke tiganya bernama Andi Mihrani Rauf (sepu dua kalinya dari pihak ayahnya) ,

dan Silsillah dari Pihak Ibu sebagai berikut :

Daeng Pawellang Petta Pabbicara Attang Salo Marioriawa menikah dengan I Temmarunu Daeng Patappa melahirkan enam orang anak diantaranya 1. Andi Toreang Daeng Pagessa, 2. Andi Pariwusi Daeng Mapadeng Petta Pabbicara Attang Salo Marioriawa 3. Andi Tinakka Daeng Paratte, 4 Andi Teri Daeng Palureng, 5. Pung Sua, 6. Andi Bada

Andi Bada mempunyai anak bernama Andi Mannan Daeng Pawello, kemudian

Andi Mannan Daeng Pawello menikah dengan Pung Banong melahirkan beberapa anak diantaranya, 1. Andi Rauf Mannan, 2. Hj. Sitti Roniah

Hj. Sitti Roniah menikah dengan Andi Pide melahirkan seorang anak bernama Profesor Mustari Pide

Sedangkan Andi Rauf Mannan menikah dengan Andi Sitti Nrurdalia melahirkan beberapa anak diantaranya bernama bernama Andi Mihrani Rauf istri ke tiganya Profesor Mustari Pide

Ada banyak gelar yang diberikan kepada beliau, oleh Tetua dan Dewan Adat Minangkabau memberikan gelar Datok Rajo Nan Sati kepadanya, Mangaraja Tuongku Mulasontang Siregar dari Batak dan Ketua Forum Pembaruan Kebangsaan Seluruh Etnis Sumatera Barat (Sumbar). Beliau dimakamkan di sekitar Rumah adat Sao Mario yang ia dirikan sebagai kepeduliannya dalam mempertahankan nilai adat dan kebudayaan.

Arsitek tunggal yang merancang rumah adat ini adalah Dr.Ir.H.Bakharani A.Rauf,MT. Selain sebagai arsitek beliau juga adalah seorang Dosen di Universitas Negeri Makassar(UNM). Pada akhir tahun 1989 rumah adat ini mulai dibangun.Dr.Ir.H.Bakharani A.Rauf,MT.sendiri adalah adik ifar sekaligus sepupu dua kalinya Profesor Mustari Pide diri pihak ayah dan sepupu sekalinya diri pihak ibu, berikut silsilahnya :

Daeng Pawellang Petta Pabbicara Attang Salo Marioriawa menikah dengan I Temmarunu Daeng Patappa melahirkan enam orang anak diantaranya 1. Andi Toreang Daeng Pagessa, 2. Andi Pariwusi daeng Mapadeng Petta Pabbicara Attang Salo Marioriawa 3. Andi Tinakka Daeng Paratte

Andi Tinakka Daeng Paratte menikah dengan Ibennya Daeng Macenning melahirkan anak bernama Pung Mase

Pung Mase menikah dengan Pung Daude melahirkan anak bernama Hj. Sitti Nurdalia

Hj. Sitti Nurdalia menikah dengan A. Rauf Mannan kakak kandung dari Andi Sitti Roniah melahirkan anak 1. Dr.Ir.H.Bakharani A.Rauf,MT., 2. Andi Mihrani Rauf istri ke tiganya Profesor Mustari Pide

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Rumah adat Sao Mario. Revisi 29874266. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29874266. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Rumah adat Sao Mario sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-18T03:44:05Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Rumah adat Sao Mario · revisi 29874266 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-18T03:44:05Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi