Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R602750642
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID2750642. Asal dan lisensi uraian
BangunanRiau, IndonesiaARS-R602750642

Rumah Singgah Sultan Siak

Rumah Singgah Sultan Siak adalah rumah milik Tuan Kadhi Kerajaan Siak, H. Zakaria yang berfungsi sebagai tempat persinggahan bagi Sultan Siak Sri Indrapura apabila beliau berkunjung ke Senapelan (Pekanbaru).

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Hunian (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Rumah Singgah Sultan Siak dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Riau, Indonesia. Konteks Indonesia didukung keterangan wilayah atau kategori sumber, serta uraian arsitektur yang diperiksa; tidak menyatakan asal tradisi yang eksklusif.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Rumah Singgah Sultan Siak sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Rumah Singgah Sultan Siak
Lokasi
Riau, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q65212024; ID2750642
Klasifikasi sumber
hunian · nomor ID2750642
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: hunian. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Rumah Singgah Sultan Siak adalah rumah milik Tuan Kadhi Kerajaan Siak, H. Zakaria yang berfungsi sebagai tempat persinggahan bagi Sultan Siak Sri Indrapura apabila beliau berkunjung ke Senapelan (Pekanbaru). Sultan Siak beserta pengiringnya beristirahat sejenak terlebih dahulu di rumah ini sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah Tuan Qodi lainnya di belakang Mesjid Raya Pekanbaru atau sekitar 1.000 kaki ke arah tenggara. Bangunan ini berada di bawah jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah, sekarang bernama jembatan Siak III Kampung Bandar, Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau. Berlokasi di Jalan Panglima Undan, rumah singgah Sultan Siak berjarak 20 m dari pinggir Sungai Siak.

Model bangunan rumah dihiasi dengan warna yang khas yaitu krem, kuning keemasan, serta biru dan masih dipertahankan seperti aslinya. Rumah berbentuk panggung ini terbuat dari kayu, beratapkan asbes dan pondasinya terbuat dari tiang. Saat ini, rumah Singgah Sultan Siak yang dibangun pada tahun 1928 ini menjadi objek wisata yang lumayan ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Bangunan

Secara umum, bangunan rumah singgah Sultan Siak berbentuk panggung dan berbahan jenis kayu, kecuali bagian tangga di sisi timur bangunan yang terbuat dari bata berspesi. Bangunan yang menghadap ke arah timur ini dibangun oleh H. Nurdin Putih (mertua Tuan Kadhi H. Zakaria) sekitar tahun 1895. Di bagian sisi timur dan barat terdapat jendela dengan lekuk-lekuk bangunan yang berbeda. Bentuk rumah terlihat memanjang dan besar jika dilihat dari samping.

Tangga

Tangga berada tepat di pintu masuk yang terbuat dari bata berspesi. Di sebelah kiri kepala tiang tangga tertera sebuah inskripsi “23:7” dan “1928” di kepala tangga sebelah kanan. Inskripsi tersbut merujuk pada tarikh pembangunan tangga batu rumah singgah ini yaitu “23:7 1928” atau “23 Juli 1928”.

Ruangan

Terdapat ruangan besar sebagai tempat berkumpul dengan lantai yang terbuat dari kayu. Di dinding ruangan terpajang beberapa foto lama tentang hiruk pikuk kegiatan masyarakat di Sungai Siak dan penyebrangan sebelum adanya Jembatan Siak. Selain itu, terdapat tiga kamar dan satu ruang loteng yang biasa digunakan untuk tempat penyimpanan barang. Ruangan di loteng atau bilik tersebut digunakan untuk memingit anak perempuan yang akan segera menikah.

Barang-Barang Lainnya

Di depan pintu masuk terdapat sebuah bak batu berisi air yang berfungsi sebagai tempat mencuci kaki dan tangan para tamu termasuk sultan sebelum naik ke rumah. Terdapat beberapa dulang yang merupakan wadah makanan yang disajikan untuk para tamu yang datang ke rumah. Selain itu terdapat juga beberapa permainan tradisional seperti gansing. Gansing ini terbuat dari kayu, dengan tali dari bahan ijuk atau goni dan biasanya dimainkan dalam perayaan agama. Kemudian terdapat pula peralatan memasak seperti centong dari batok kelapa. Centong ini digunakan untuk memasak atau untuk mengambil makanan berkuah. Ada pula alat musik kompang yang bentuknya seperti kendang dan terbuat dari kayu sertakulit sapi. Alat musik ini digunakan untuk menyambut para tamu yang datang.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Rumah singgah Sultan Siak tidak terlepas dari sejarah panjang perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Saat itu Senapelan berada di wilayah yang cukup strategis dalam lalu lintas perdagangan dan ditunjang dengan kondisi Sungai Siak yang tenang. Selain itu wilayah Senapelan juga membuat perkampungannya memegang posisi silang baik dengan pedalaman Tapung, Minangkabau dan Kampar. Mempertimbangkan kondisi yang sangat mendukung itu, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syahwilayah memindahkan pusat Kerajaan Siak dari Mempura ke Senapelan dan menjadi Ibu kota Kerajaan Siak Sri Indrapura sekitar tahun 1775.

Kini wilayah Senapelan menjelma menjadi sebuah kota metropolitan dengan nama populer, Pekanbaru. Deretan bangunan megah dan arsitektur modern menghiasi kota tersebut. Walaupun begitu, kota ini masih meninggalkan jejak-jejak sejarah masa lalu yang bersanding dengan tradisi budaya Melayu. Hingga hari ini pun tradisi tersebut masih bertahan, salah satu buktinya adalah rumah singgah Sultan Siak yang masih dijaga dan dipertahankan keberadaannya.

Sekitar tahun 1990-an, kepemilikan rumah tradisional Melayu ini sempat berganti dari Hj. Aziah (cucu H. Nurdin Putih) kepada Atan Gope (alm). Beliau adalah seorang pengusaha besi tua yang sukses di kawasan Senapelan era 1990-an saat itu hingga sekarang.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Rumah Singgah Sultan Siak. Revisi 26134101. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 26134101. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Rumah Singgah Sultan Siak sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2024-08-05T23:52:53Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Rumah Singgah Sultan Siak · revisi 26134101 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2024-08-05T23:52:53Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi