Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R8150168062004110
KompleksBantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, IndonesiaARS-R8150168062004110

Rumah Tradisional Djoyo Pawiro Eks Kantor Kalurahan Kowen

Rumah Djoyo Pawiro di Kowen mempunyai pendapa joglo dan dalem limasan, dengan gandhok memanjang pada sisi timur kompleks.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Kompleks
Fungsi
tempat tinggal
Masa tercatat
Belum diringkas untuk keseluruhan objek
Kondisi dan status
Kondisi dan keutuhan mengikuti catatan sumber
01

Identitas dan tapak

Susunan bangunan menghadap selatan di Timbulharjo, Sewon, Bantul. Longkangan menghubungkan pendapa dengan pringgitan di utara dan gandhok di timur; kedua ruang sela memiliki perlakuan atap berbeda.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Pendapa, pringgitan, dalem, longkangan dan gandhok kiwa.
Nama utama
Rumah Tradisional Djoyo Pawiro Eks Kantor Kalurahan Kowen
Lokasi
Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
3402152002.3.2025.70
Dasar kondisi
Sumber membahas kehilangan atau perubahan pada sebagian objek. Lingkup dan bagian tersisa dijelaskan dalam narasi; tidak dinyatakan sebagai bangunan utuh atau hasil survei mutakhir.
02

Ruang dan fungsi

Nama rumah merekam pemakaian sebagai kantor Kalurahan Kowen. Dokumentasi fisik menyebut dalem dipakai menyimpan barang setelah penyekat senthong dibongkar. Gandhok mempunyai bagian depan yang terbuka ke arah pendapa.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Pendapa joglo lawakan berdiri pada lantai semen yang ditinggikan, ditopang empat saka guru dan dua belas tiang penanggap berumpak. Balok lar-laran tersusun empat tingkat, dengan pengunci berbentuk buah keben pada sudut tertinggi. Balok tengah berukir tumbuhan berada di bawah bidang uleng berpapan kayu. Usuk disusun dengan pola ri gereh dan membawa genteng kripik serta bubungan seng. Pringgitan terbuka di selatan, dibatasi tembok bata pada kedua samping, dan berbagi atap limasan dengan dalem. Gebyok dalem berwarna abu-abu tua dengan garis kuning muda; bukaan senthong memakai pintu koboi berkaca. Gandhok memakai atap kampung dan lantai keramik putih, sementara dinding belakangnya menutup keempat sisi.

Dasar informasi:[1]
03

Pihak dan peran

Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Tanggal observasi fisik tidak dipastikan

Bentuk dan ruang yang didokumentasikan sumber resmi

Narasi profil ditulis baru dari fakta registri. Riwayat konstruksi yang tidak tersedia tidak diisi dari tanggal akses, kode periode, atau tanggal penetapan.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Konstruksi kayu dan umpak dipadukan dengan tembok bata. Longkangan utara memakai seng; longkangan timur dicatat tanpa penutup atap.

Dasar informasi:[1]
Bahan dan sistem
Kayu · Rangka pendapa dan gebyok dalem
Dasar informasi:[1]
Bahan dan sistem
Genteng kripik dan seng · Penutup atap serta bubungan
Dasar informasi:[1]
Bahan dan sistem
Bata berplester · Dinding pringgitan dan gandhok
Dasar informasi:[1]

Belum tersedia ukuran bersumber yang dapat ditampilkan.

06

Dokumentasi dan sumber

Catatan pembacaan sumber
  • Ukuran yang tampak salah ketik pada sumber tidak dipakai.
  • Profil editorial disusun dari fakta registri resmi dengan narasi baru. Prosa dan gambar pemerintah yang belum mempunyai izin redistribusi tidak disalin. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Dasar informasi

  1. Rumah Tradisional Djoyo Pawiro Eks Kantor Kalurahan Kowen ↗
    Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta · Jogjacagar · data resmi diakses pada 2026-10-15

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi