Rumah Tradisional Milik Bapak Raditya Wahyu Kumara
Kediaman Raditya Wahyu Kumara memperlihatkan rangkaian atap limasan, joglo, serta kampung yang membedakan ruang muka dan bagian rumah di belakangnya.
- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- hunian
- Masa tercatat
- Belum diringkas untuk keseluruhan objek
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Sumber mengidentifikasi rumah di Srigading, Sanden, Bantul, dengan muka ke selatan dan pekarangan depan yang luas. Pagar pasangan bata berplester membatasi halaman dari lingkungan di luarnya.
- Nama utama
- Rumah Tradisional Milik Bapak Raditya Wahyu Kumara
- Lokasi
- Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- 3402022003.3.2022.26
- Dasar kondisi
- Uraian mengacu pada dokumentasi sumber. Tidak dilakukan survei fisik mutakhir; perubahan sesudah pendataan belum dipastikan.
Ruang dan fungsi
Pendopo diikuti pringgitan dan dalem. Gandhok serta ruang samping melengkapi bagian hunian, sementara pawon ditempatkan dalam rangkaian bangunan belakang yang memiliki bentuk atap tersendiri.
Membaca arsitektur
Dua atap limasan pada pendopo berurutan dengan limasan pringgitan sehingga membentuk rangkaian tiga atap yang disebut gotongmayit. Sepuluh tiang kayu menyangga bagian pendopo. Dalem menggunakan atap joglo, berbeda dari gandhok kiri yang beratap limasan. Tiga pintu pada dinding selatan menghubungkan dalem ke arah pendopo. Pintu lain di timur menuju ruang kecil yang digunakan sebagai kamar tidur. Di antara bangunan samping terdapat massa beratap kampung, dan bentuk yang sama digunakan pada pawon. Susunan beragam atap itu mengikuti pembagian fungsi, bukan sebuah penutup tunggal. Lantai pendopo, dalem, gandhok kiri, serta dapur semula menggunakan plester sebelum diganti dengan keramik pada tahap perubahan yang disebut sumber.
Pihak dan peran
Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Penggantian penutup lantai
Perubahan plester menjadi keramik disebut sekitar 1997–1998.
Keterangan tanggal: Tahun dinyatakan dalam sumber; bukan hasil penanggalan independen.Bentuk dan ruang yang didokumentasikan sumber resmi
Narasi profil ditulis baru dari fakta registri. Riwayat konstruksi yang tidak tersedia tidak diisi dari tanggal akses, kode periode, atau tanggal penetapan.
Ukuran dan sistem
Penggantian lantai diperkirakan sekitar 1997–1998, bukan waktu pendirian rumah. Titik koordinat registri perlu pemeriksaan terhadap identitas Srigading sebelum dimasukkan ke peta.
- Bahan dan sistem
- Kayu · Sepuluh tiang kayu menyangga bagian pendopo.Dasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Keramik · Lantai pendopo, dalem, gandhok kiri, serta dapur semula menggunakan plester sebelum diganti dengan keramik pada tahap perubahan yang disebut sumber.Dasar informasi:[1]
Belum tersedia ukuran bersumber yang dapat ditampilkan.
Dokumentasi dan sumber
- Koordinat registri perlu rekonsiliasi dengan lokasi administratif Srigading, Sanden.
- Tahun konstruksi tidak tersedia; periode 1997–1998 hanya penggantian lantai.
- Profil editorial disusun dari fakta registri resmi dengan narasi baru. Prosa dan gambar pemerintah yang belum mempunyai izin redistribusi tidak disalin. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Dasar informasi
- Rumah Tradisional Milik Bapak Raditya Wahyu Kumara ↗Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta · Jogjacagar · data resmi diakses pada 2026-10-15
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.