Rumah Tradisional Milik Sri Hartinah
Rumah Sri Hartinah mempertemukan pendapa Joglo Lawakan dan dalem Joglo Lambang Teplok dengan bagian samping yang dibangun kembali setelah gempa.
- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- rumah tinggal
- Masa tercatat
- Belum diringkas untuk keseluruhan objek
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Rumah di Girirejo, Imogiri, Bantul, menghadap utara ke halaman yang dibatasi jalan kampung. Gandok menempati sisi timur dan barat, sedangkan pawon berada di belakang dalem.
- Nama utama
- Rumah Tradisional Milik Sri Hartinah
- Lokasi
- Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Joglo R. Hardjosoedarmo; 3402102006.3.2021.647
- Dasar kondisi
- Uraian mengacu pada dokumentasi sumber. Tidak dilakukan survei fisik mutakhir; perubahan sesudah pendataan belum dipastikan.
Ruang dan fungsi
Pendapa melayani penerimaan dan dalem menjadi ruang keluarga, dengan emper samping dipakai makan. Gandok yang dibangun ulang dicatat menjadi gudang dan garasi; pawon belakang disebut sebagai bangunan baru.
Membaca arsitektur
Empat saka guru pendapa dihubungkan sunduk dan kili melalui sambungan purus. Balok tumpang sari dan pengunci sudut memperlihatkan konstruksi kayu berlapis, disertai ukiran serta sungging pada sejumlah unsur. Plafon pamidhangan pendapa menggunakan papan kayu berukir, berbeda dari anyaman bambu pada bagian dalem. Keduanya memakai usuk ri gereh serta genting dan bubungan vlam. Lantai plester dalem ditinggikan dari bagian depannya. Pintu utara dalem menggunakan kaca pada daun pintu, sedangkan pintu sisi timur dan barat berupa kayu; jendela samping memiliki tiga daun. Di pendapa, emper utara ditopang tiang berukir, sementara penopang emper barat tidak diberi ukiran. Variasi tersebut membedakan bagian penerimaan dari ruang dalam rumah.
Pihak dan peran
Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Pembangunan ulang gandok setelah gempa
Tahun 2006 menandai gempa; tanggal pembangunan pengganti tidak disebut.
Keterangan tanggal: setelahBentuk dan ruang yang didokumentasikan sumber resmi
Narasi profil ditulis baru dari fakta registri. Riwayat konstruksi yang tidak tersedia tidak diisi dari tanggal akses, kode periode, atau tanggal penetapan.
Ukuran dan sistem
Sambungan purus mengikat penopang kayu joglo. Plafon pendapa memakai papan berukir dan dalem memakai anyaman bambu; gandok pengganti berbeda dari susunan sebelum gempa 2006.
- Bahan dan sistem
- Kayu · rangka joglo, ukiran dan bukaanDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Kayu berukir · umpak pendapaDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Anyaman bambu · plafon dalemDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Genting vlam · atap jogloDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Plester semen · lantai pendapa dan dalemDasar informasi:[1]
Belum tersedia ukuran bersumber yang dapat ditampilkan.
Dokumentasi dan sumber
- Uraian rinci dalem pada sumber mengulang dan berbeda hitungan balok; jumlah susun tidak dipastikan.
- Catatan telaah sumber: Gempa 2006 merobohkan gandok menurut sumber. Bangunan penggantinya tidak mempertahankan pembagian awal; profil tidak menggambarkan gandok sebagai bagian lama yang utuh.
- Profil editorial disusun dari fakta registri resmi dengan narasi baru. Prosa dan gambar pemerintah yang belum mempunyai izin redistribusi tidak disalin. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Dasar informasi
- Rumah Tradisional Milik Sri Hartinah ↗Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta · Jogjacagar · data resmi diakses pada 2026-10-15
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.