Siti Hinggil Kraton Yogyakarta
Siti Hinggil merupakan kompleks upacara pada halaman tinggi yang menata bangsal, tempat singgasana, penyimpanan pusaka dan jalur masuk Keraton Yogyakarta.
- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- upacara keraton
- Masa tercatat
- Belum diringkas untuk keseluruhan objek
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Kompleks berada di selatan Pagelaran pada tanah yang ditinggikan. Tangga mencapai halaman dari utara dan selatan; pagar berlubang di utara memungkinkan hubungan pandang dengan Pagelaran serta Alun-Alun Lor.
- Nama utama
- Siti Hinggil Kraton Yogyakarta
- Lokasi
- Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- 3471091002.3.2022.200
- Dasar kondisi
- Uraian mengacu pada dokumentasi sumber. Tidak dilakukan survei fisik mutakhir; perubahan sesudah pendataan belum dipastikan.
Ruang dan fungsi
Bangsal Siti Hinggil menampung pangeran dan tamu pada upacara. Manguntur Tangkil menjadi tempat singgasana sultan, Witana untuk penempatan pusaka, Tarub Agung tempat menunggu rombongan, dan bangsal kecil di tangga menjadi tempat berjaga.
Membaca arsitektur
Bangsal utama mempunyai atap kampung dara gepak: bagian atas berbentuk kampung dan bagian bawah limasan. Balok kayu serta besi mendukung atap lei, dengan deret kolom besi bulat beralur dan kepala bercorak Corinthia. Bangsal memanjang mengapit sisi timur serta barat, diperluas emper seng dengan konsol besi berukir. Di dalamnya, Manguntur Tangkil berukuran lebih kecil dan berhias saton, praban, putri mirong serta tlacapan. Witana di selatan memakai tajug lambang gantung yang berpuncak satu, dengan jerambah lebih tinggi daripada jogannya. Tarub Agung beratap limasan ditopang empat tiang besi. Pada sisi selatan kompleks, tembok kelir dan tangga simetris membentuk akses melalui Baturana menuju jalur Pamengkang.
Pihak dan peran
Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Pemugaran Bangsal Witana
Riwayat pemugaran oleh Hamengku Buwono VIII ditunjukkan kronogram pada prasasti di sisi selatan jerambah.
Keterangan tanggal: Tahun Masehi yang ditulis sumber untuk pemugaran bagian Witana.Pemugaran Bangsal Siti Hinggil
Kronogram pada bagian spandrel mencatat pemugaran oleh Hamengku Buwono VIII.
Keterangan tanggal: Tanggal pemugaran bagian tertentu; bukan tahun awal seluruh kompleks.Bentuk dan ruang yang didokumentasikan sumber resmi
Narasi profil ditulis baru dari fakta registri. Riwayat konstruksi yang tidak tersedia tidak diisi dari tanggal akses, kode periode, atau tanggal penetapan.
Ukuran dan sistem
Kompleks memadukan kayu, besi, lei, seng dan tegel teraso. Angka kronogram menunjukkan pemugaran bagian tertentu, bukan tanggal tunggal pembangunan seluruh Siti Hinggil.
- Bahan dan sistem
- Kayu dan besi · Struktur bangsal utamaDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Lei · Penutup atap bangsal utamaDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Seng · Atap emper tambahanDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Teraso · Lantai bangsalDasar informasi:[1]
Belum tersedia ukuran bersumber yang dapat ditampilkan.
Dokumentasi dan sumber
- Angka luas yang tidak sesuai perkalian dimensi pada sumber tidak digunakan.
- Profil editorial disusun dari fakta registri resmi dengan narasi baru. Prosa dan gambar pemerintah yang belum mempunyai izin redistribusi tidak disalin. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Dasar informasi
- Siti Hinggil Kraton Yogyakarta ↗Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta · Jogjacagar · data resmi diakses pada 2026-10-15
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.