Situs Gunung Padang
Gunung Padang adalah situs arkeologi yang terletak di Karyamukti, Jawa Barat, Indonesia, 50 km barat daya Cianjur. Terletak pada ketinggian 885 m di atas permukaan laut, situs ini meliputi sebuah bukit—sebuah gunung berapi yang sudah tidak aktif—dalam serangkaian lima teras yang dibatasi oleh dinding penahan batu yang dapat diakses melalui 370 anak tangga andesit yang berurutan dengan ketinggian sekitar 95 m.
- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- Fungsi mengikuti uraian sumber
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Situs Gunung Padang dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Jawa Barat, Indonesia. Konteks Indonesia didukung keterangan wilayah atau kategori sumber, serta uraian arsitektur yang diperiksa; tidak menyatakan asal tradisi yang eksklusif.
- Nama utama
- Situs Gunung Padang
- Lokasi
- Jawa Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q3120910; ID242969
- Klasifikasi sumber
- fungsi yang dibahas sumber · nomor ID242969
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas kompleks arsitektur. Fungsi ruang mengikuti uraian sumber. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Gunung Padang adalah situs arkeologi yang terletak di Karyamukti, Jawa Barat, Indonesia, 50 km barat daya Cianjur. Terletak pada ketinggian 885 m di atas permukaan laut, situs ini meliputi sebuah bukit—sebuah gunung berapi yang sudah tidak aktif—dalam serangkaian lima teras yang dibatasi oleh dinding penahan batu yang dapat diakses melalui 370 anak tangga andesit yang berurutan dengan ketinggian sekitar 95 m. Situs ini ditutupi oleh kolom-kolom batu heksagonal besar yang berasal dari gunung berapi. Masyarakat Sunda menganggap situs ini suci dan percaya bahwa situs ini merupakan hasil upaya Prabu Siliwangi untuk membangun istana dalam satu malam.
Kompleks utama situs ini memiliki luas sekitar 900 m², terletak pada ketinggian 885 meter dpl, dengan areal situs sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.
Penemuan
Laporan pertama mengenai keberadaan situs ini dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, "Buletin Dinas Kepurbakalaan") tahun 1914. Arkeolog dari Belanda, Nicolaas Johannes Krom, juga telah menyinggungnya pada tahun 1949.
Setelah sempat "terlupakan", pada tahun 1979 tiga penduduk setempat, Endi, Soma, dan Abidin, melaporkan kepada Edi, Penilik Kebudayaan Kecamatan Campaka, mengenai keberadaan tumpukan batu-batu persegi besar dengan berbagai ukuran yang tersusun dalam suatu tempat berundak yang mengarah ke Gunung Gede. Selanjutnya, bersama-sama dengan Kepala Seksi Kebudayaan Departemen Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, R. Adang Suwanda, ia mengadakan pengecekan. Tindak lanjutnya adalah kajian arkeologi, sejarah, dan geologi yang dilakukan Puslit Arkenas pada tahun 1979 terhadap situs ini.
Lokasi
Lokasi situs berbukit-bukit curam dan sulit dijangkau. Kompleksnya memanjang, menutupi permukaan sebuah bukit yang dibatasi oleh jajaran batu andesit besar berbentuk persegi. Situs itu dikelilingi oleh lembah-lembah yang sangat dalam. Tempat ini sebelumnya memang telah dikeramatkan oleh warga setempat. Penduduk menganggapnya sebagai tempat Prabu Siliwangi, raja Sunda, berusaha membangun istana dalam semalam.
Perkiraan usia
Uji penanggalan karbon mengindikasikan bahwa bagian tertentu situs ini berusia sekitar 500–200 SM. Harry Truman Simanjuntak berpendapat bahwa situs Gunung Padang dibangun pada sekitar abad ke-6 hingga 8 Masehi, serta Lutfi Yondri berpendapat bahwa situs ini dibangun pada sekitar abad ke-2 hingga 5 Masehi.
Hipotesis lainnya
Danny Hilman Natawidjaja mengklaim bahwa situs Gunung Padang merupakan sebuah piramida besar yang dibangun sejak 9.000 hingga 20.000 tahun yang lalu. Seorang vulkanolog bernama Sutikno Bronto menyatakan situs Gunung Padang merupakan leher gunung berapi purba dan bukan piramida yang dibangun oleh manusia. Selain itu, seorang arkeolog bernama Víctor Pérez menyebutkan klaim Danny adalah arkeologi semu.
Sebuah artikel milik Danny dkk. yang dipublikasikan di Archaeological Prospection pada Oktober 2023, dengan menyebutkan klaim usia situs Gunung Padang lebih dari 27.000 tahun lalu, ditarik kembali pada Maret 2024 oleh pihak penerbitnya yaitu Wiley.
Fungsi
Fungsi situs Gunung Padang diperkirakan adalah tempat pemujaan bagi masyarakat yang bermukim di sana pada sekitar 2000 tahun SM. Hasil penelitian menunjukkan kemungkinan adanya pelibatan musik dari beberapa batu megalit yang ada. Selain Gunung Padang, terdapat beberapa tapak lain di Cianjur yang merupakan peninggalan periode megalitikum/Zaman Batu.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Situs Gunung Padang. Revisi 29175500. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29175500. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Situs Gunung Padang sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-04-28T23:56:54Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Situs Gunung Padang · revisi 29175500 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-04-28T23:56:54Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.