Situs Penampungan Benda Cagar Budaya Seyegan
Situs Penampungan Benda Cagar Budaya Seyegan (bahasa Jawa: ꦱꦶꦠꦸꦱ꧀ꦥꦔꦲꦸꦧ꧀ꦧꦤ꧀ꦧꦫꦁꦕꦒꦂꦧꦸꦢꦪꦱꦺꦪꦺꦒ꧀ꦒꦤ꧀) atau lebih dikenal sebagai BCB Seyegan adalah tempat untuk menampung benda-benda cagar budaya yang ditemukan di wilayah Kabupaten Sleman, khususnya dari Kecamatan Seyegan, Moyudan, Minggir, dan Godean.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Fungsi mengikuti uraian sumber
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Situs Penampungan Benda Cagar Budaya Seyegan dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Konteks Indonesia didukung keterangan wilayah atau kategori sumber, serta uraian arsitektur yang diperiksa; tidak menyatakan asal tradisi yang eksklusif.
- Nama utama
- Situs Penampungan Benda Cagar Budaya Seyegan
- Lokasi
- Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q134461936; ID4493908
- Klasifikasi sumber
- fungsi yang dibahas sumber · nomor ID4493908
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Fungsi ruang mengikuti uraian sumber. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Deskripsi
Situs Penampungan Benda Cagar Budaya Seyegan (bahasa Jawa: ꦱꦶꦠꦸꦱ꧀ꦥꦔꦲꦸꦧ꧀ꦧꦤ꧀ꦧꦫꦁꦕꦒꦂꦧꦸꦢꦪꦱꦺꦪꦺꦒ꧀ꦒꦤ꧀) atau lebih dikenal sebagai BCB Seyegan adalah tempat untuk menampung benda-benda cagar budaya yang ditemukan di wilayah Kabupaten Sleman, khususnya dari Kecamatan Seyegan, Moyudan, Minggir, dan Godean. Penampungan BCB Seyegan merupakan salah satu dari tiga penampungan benda cagar budaya yang ada di Kabupaten Sleman. Dua penampungan lainnya berada di Mlati dan Turi. Ketiga penampungan tersebut dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (BPCB DIY).
Cagar budaya sendiri mempunyai makna yaitu warisan budaya yang bersifat kebendaan berupa benda, bangunan, stuktur, situs dan kawasan cagar budaya di darat atau di air yang perlu dilestarikan karena memiliki nilai penting sejarah. berguna untuk menambah ilmu pengetahuan dan kebudayaan melalui proses penetapan.
Landasan Hukum
Landasan hukum utama mengenai cagar budaya termasuk yang ada di Seyegan adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya. selain itu, terdapat Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sleman yang terkait dengan pengelolaan warisan budaya dan cagar budaya yaitu Perda Kabupaten Sleman Nomor 15 Tahun 2015
Cara Pelestarian
Ada tiga cara untuk melestarikan cagar budaya yaitu dengan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan terhadap cagar budaya dilakukan dengan cara pengamanan agar tidak rusak, hilang, hancur atau musnah. Selanjutnya, pengembangan benda cagar budaya fokus pada peningkatan nilai dan potensi. Pemanfaatan bertujuan untuk mendayagunakan cagar budaya untuk kesejahteraan masyarakat.
Benda-Benda Cagar Budaya di Penampungan BCB Seyegan
Benda cagar budaya berupa benda alam dan/atau benda buatan manusia yang dimanfaatkan oleh manusia, serta sisa-sisa biota yang dihubungkan dengan kegiatan manusia atau dapat dihubungkan dengan sejarah manusia yang bersifat bergerak atau tidak bergerak dan merupakan kesatuan atau kelompok.
Beberapa benda cagar budaya yang diamankan di Penampungan BCB Seyegan sebagai berikut:
Arca Durga Mahisasuramardini Durga merupakan istri Dewa Siwa yang digambarkan sedang menaklukkan raksasa berkepala kerbau. Arca ini memperlihatkan sosok Durga dengan delapan tangan yang masing-masing memegang cakra, pedang (khadga), busur dan anak panah, perisai, serta sangkha. Satu tangan menggenggam ekor kerbau, sementara tangan lainnya memegang rambut sang raksasa. Durga berdiri di atas punggung kerbau tersebut.
Nomor inventaris: B.863
Asal: Margoluwih, Seyegan, Sleman
Keterangan: Bagian kepala arca sudah hilang
Arca Ganesa Ganesa adalah putra Dewa Siwa yang dikenal sebagai dewa ilmu pengetahuan sekaligus penghalau rintangan. Ia digambarkan berbadan manusia dengan kepala gajah, memiliki dua atau empat tangan yang membawa tasbih, kapak, sangkha, dan jerat. Kepalanya dihiasi ardha candrakapala, dengan mata ketiga di dahinya. Ganesa mengenakan upawita dari ular serta rangkaian tengkorak. Tangan depannya memegang mangkuk dan gading patah, dengan belalai dimasukkan ke dalam mangkuk sebagai simbol ketidakpuasan dalam mencari ilmu dan kebijaksanaan. Dalam kitab Suaradhahana diceritakan gadingnya patah ketika bertempur melawan raksasa Nilarudraka, yang hanya bisa dibunuh oleh makhluk bukan manusia dan bukan hewan.
Nomor inventaris: B.925
Asal: Sumberrahayu, Moyudan, Sleman
Keterangan: Kondisi arca aus dan kepala hilang
Arca Nandi Nandi adalah lembu suci yang menjadi wahana Dewa Siwa.
Nomor inventaris: B.848
Asal: Krapyak, Margoagung, Seyegan, Sleman
Keterangan: Kondisi arca aus, kepala hilang
Arca Dhyani Buddha Aksobhya Aksobhya merupakan salah satu dari lima Dhyani Buddha, bersama dengan Wairocana, Ratnasambhava, Amithaba, dan Amoghasiddhi. Dhyani Buddha juga disebut Jina, yang berarti "pemenang", yaitu pancaran spiritual dari Adibuddha. Aksobhya dikenal sebagai Jina kedua yang berkaitan dengan kesadaran (vijnana) dan digambarkan berwarna emas atau biru. Ia juga disebut Ratnaketu, pelindung arah timur. Arca ini memperlihatkan Aksobhya duduk di atas padmasana dengan posisi yogasana, bermeditasi, mata setengah terpejam mengarah ke ujung hidung. Rambutnya ikal dengan tonjolan ushnisa di kepala, urna di dahi, serta telinga panjang. Tangan kanan diletakkan di lutut dengan mudra bhumisparsamudra, melambangkan pemanggilan bumi sebagai saksi.
Nomor inventaris: B.875
Asal: Margomulyo, Seyegan, Sleman
Keterangan: Kepala arca hilang
Lingga Lingga adalah simbol Dewa Siwa berbentuk phallus (alat kelamin laki-laki), biasanya ditempatkan di atas yoni dalam ruang utama candi. Lingga terdiri dari tiga bagian:
Brahmabhaga (alas berbentuk segi empat)
Wisnubhaga (bagian tengah berbentuk segi delapan)
Siwabhaga (bagian atas berbentuk silinder memanjang) Umumnya dibuat dari batu.
Nomor inventaris: B.938b
Asal: Rewulu Kulon, Moyudan, Sleman
Yoni Yoni adalah landasan bagi lingga, melambangkan organ kewanitaan (vagina). Pada permukaannya terdapat lubang segi empat untuk meletakkan lingga yang dihubungkan dengan cerat, yaitu saluran air pada salah satu sisinya sebagai pancuran. Yoni dan lingga biasanya ditemukan dalam bangunan candi.
Nomor inventaris: B.890
Asal: Sendangrejo, Minggir, Sleman
Lingga Semu Lingga jenis ini hanya memiliki dua bagian, yaitu wisnubhaga dan siwabhaga, tanpa disertai yoni. Lingga semu tidak ditemukan bersama yoni, melainkan lebih sering digunakan sebagai tanda batas atau simbol kawasan suci.
Nomor inventaris: B.895a
Kemuncak Kemuncak merupakan bagian atap candi berupa menara-menara kecil yang mengelilingi puncak. Unsur ini bersifat dekoratif tanpa fungsi struktural tertentu, dan biasanya ditemukan di puncak atap bangunan candi.
Kemuncak B.889
Nomor inventaris: B.889
Kemuncak B.958c
Nomor inventaris: B.958c
Asal: Mandungan, Margoluwih, Seyegan, Sleman
Kemuncak B.843
Nomor inventaris: B.843
Asal: Margokaton, Seyegan, Sleman
Kemuncak B.895e
Nomor inventaris: B.895e
Kemuncak B.94
Nomor inventaris: B.94
Asal: Prenggan, Sidokerto, Godean, Sleman
Kemuncak B.847
Nomor inventaris: B.847
Keterangan: Berbentuk bunga, kemungkinan merupakan bagian kemuncak
Antefiks Antefiks adalah elemen hias pada sisi luar bangunan candi, biasanya berbentuk segitiga meruncing. Unsur ini bersifat struktural sehingga menyatu dengan bangunan induknya, bukan berdiri sendiri.
Antefiks B.841
Nomor inventaris: B.841
Keterangan: Dihiasi motif kala dan tumbuhan bergaya stilir
Jaladwara Jaladwara adalah bagian bangunan yang berfungsi sebagai saluran pembuangan air. Unsur ini umumnya terdapat pada candi atau kolam peninggalan Hindu-Buddha, dengan bentuk menyerupai makara.
Jaladwara B.846
Nomor inventaris: B.846
Asal: Margoagung, Seyegan, Sleman
Peripih Peripih adalah wadah batu atau keramik yang ditempatkan di dasar sumuran candi Hindu-Buddha. Bentuknya bisa berupa kotak atau bejana, berisi benda-benda persembahan seperti permata, logam mulia, abu, cermin, inskripsi, atau biji-bijian sebagai sarana pemujaan dewa. Umumnya memiliki jumlah lubang ganjil (1–9 atau lebih). Peripih dengan sembilan lubang disebut peripih nawansanga.
Peripih B.954c
Nomor inventaris: B.954c
Asal: Sidomoyo, Godean, Sleman
Batu Candi Batu candi adalah bagian konstruksi candi yang kadang dihiasi ukiran atau relief.
Batu Candi B.894
Nomor inventaris: B.894
Keterangan: Dihiasi relief dua ekor tupai dan sulur-suluran
Batu Candi B.895c
Nomor inventaris: B.895c
Keterangan: Dihiasi relief burung
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Situs Penampungan Benda Cagar Budaya Seyegan. Revisi 28227321. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 28227321. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Situs Penampungan Benda Cagar Budaya Seyegan sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2025-10-29T15:27:30Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Situs Penampungan Benda Cagar Budaya Seyegan · revisi 28227321 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-10-29T15:27:30Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.