Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R600748642
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID748642. Asal dan lisensi uraian
KompleksBantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, IndonesiaARS-R600748642

Stadion Sultan Agung

Stadion Sultan Agung atau Stadion Pacar (Setadhiyon Sultan Agung; kadang disingkat SSA) adalah sebuah stadion sepak bola di Kapanéwon Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.
Dokumentasi Stadion Sultan Agung dalam koleksi Wikimedia Commons.
Fandy Aprianto Rohman · CC BY-SA 4.0 · Sumber asli ↗
DokumentasiFoto
Waktu2022-11-16
FaseTidak tercatat
Gambar Wikimedia Commons ditampilkan utuh pada ukuran yang disediakan sumber, tanpa pemotongan atau penyuntingan warna oleh situs ini.
Objek apa yang dibahas?
Kompleks
Dasar informasi:[1]
Di mana letaknya?
Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Dasar informasi:[1]
Apa fungsi yang tercatat?
Olahraga (kategori penelusuran)
Dasar informasi:[1]
Masa apa yang tercatat?
Belum diringkas dari riwayat sumber
Dasar informasi:[1]
01

Identitas dan tapak

Stadion Sultan Agung dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Stadion Sultan Agung sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Kompleks dihitung satu profil dan tidak ditambahkan ke hitungan bangunan individual.
Nama utama
Stadion Sultan Agung
Lokasi
Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q14476212; ID748642
Klasifikasi sumber
olahraga · nomor ID748642
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas kompleks arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: olahraga. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Stadion Sultan Agung atau Stadion Pacar (Setadhiyon Sultan Agung; kadang disingkat SSA) adalah sebuah stadion sepak bola di Kapanéwon Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Stadion yang dibangun tahun 2004 ini memiliki kapasitas total sebanyak + 30.000 penonton dan merupakan markas klub sepak bola Persiba Bantul dan PSIM Yogyakarta.

Fasilitas

Tribun barat Stadion Sultan Agung telah diberi fasilitas penunjang dan mulai beroperasi bulan November 2010. Jumlah penonton di tribun barat mencapai 5.000 orang. Meski belum semua area tribun tertutup atap, tetapi sudah ada area tamu VVIP. Stadion ini juga merupakan salah satu stadion yang mempunyai rumput kualitas Eropa.

Mulai Desember 2010, Stadion Sultan Agung mulai sudah dipasangi lampu di 4 titik. Dengan daya 1200 Luxs, penerangan di Stadion Sultan Agung sudah memenuhi syarat AFC. Hanya saja, loket stadion ini banyak mengalami kerusakan akibat ulah vandalisme dan tembok stadion dipenuhi oleh coretan cat semprot.

Fasilitas lain yang berada di kawasan stadion ini adalah lapangan bola, arena pacuan kuda, dan trek untuk balap sepatu roda.

Stadion ini merupakan tempat berlangsungnya permainan sepakbola Liga 1Indonesia. Stadion Sultan Agung memiliki lapangan dengan standar FIFA yaitu dengan panjang 105 meter dan lebar 68 meter, ukuran tersebut merupakan ukuran tengah dari standar FIFA. Stadion Sultan Agung memiliki lapangan sepakbola yang dikelilingi lintasan atletik serta mempunyai satu tribun yang berada di bagian barat dengan kapasitas 5.000 penonton. Stadion Sultan Agung merupakan salah satu stadion yang menerapkan sistem drainase bawah permukaan (subsurface).

Kompleks Stadion Sultan Agung Bantul merupakan kompleks yang difungsikan sebagai tempat sarana berbagai jenis olahraga seperti sepak bola, atletik, tenis, basket, bulutangkis, pacuan kuda, sepatu roda, bersepeda, panjat tebing, dan memanah.

Stadion ini memiliki kapasitas tribun di bagian barat sebesar + 5.000 penonton dan kapasitas total sebesar + 30.000 penonton. Stadion tersebut menerapkan subsurface (sistem drainase bawah permukaan), serta dilengkapi empat tiang lampu dengan daya cahaya lebih dari 800 lux. Setiap tiang yang berisikan 36 lampu yang berkapasitas 72 ribu watt. Dengan demikian, seluruh lampu yang ada memiliki daya total 288.000 watt. Lampu tersebut didukung oleh genset berkapasitas 500 watt.

Gelanggang pacuan kuda

Di sebelah barat Stadion Sultan Agung, terdapat gelanggang pacuan kuda berstandar nasional seluas 8 hektare. Gelanggang ini memiliki panjang lintasan 1.200 meter dengan lebar 16 meter..

Gelanggang Sultan Agung sering menjadi tuan rumah berbagai acara balap kuda bergengsi, seperti Indonesia Derby (balapan terakhir dalam rangkaian Tiga Mahkota Indonesia), Piala Pertiwi, Piala Raja Hamengkubuwono X, dan Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Pordasi.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Stadion Sultan Agung diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X bertepatan saat acara pembukaan PORDA DIY IX-Bantul tanggal 24 Juni 2007. Meskipun baru diresmikan pada tahun 2007, stadion ini sudah digunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola, baik lokal Bantul maupun pertandingan Kompetisi Liga Indonesia sejak tahun 2005.

Pembangunan Stadion Sultan Agung dilakukan secara bertahap, pada tahun 2004 telah diselesaikan pembangunan lapangan dengan rumput berkualitas tinggi serta sebagian tribun terbuka sebelah timur.

Menjelang Kompetisi Divisi Utama, tahun 2008 pada bulan Juni telah diselesaikan pembangunan tribun terbuka yang melingkari 70% lapangan (utara, timur, selatan). Sementara, tribun sebelah barat lapangan belum direalisasikan pembangunannya.

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Stadion Sultan Agung. Revisi 30003095. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 30003095. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Stadion Sultan Agung sebagai kompleks dengan lingkup beberapa bangunan atau ruang. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-29T09:53:36Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Stadion Sultan Agung · revisi 30003095 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-29T09:53:36Z
  2. Wikidata P625 · Stadion Sultan Agung ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-04-25T17:16:15Z

Kredit dokumentasi

Dokumentasi Stadion Sultan Agung dalam koleksi Wikimedia Commons.
Fandy Aprianto Rohman · CC BY-SA 4.0
Lihat sumber dokumentasi ↗
Gambar Wikimedia Commons ditampilkan utuh pada ukuran yang disediakan sumber, tanpa pemotongan atau penyuntingan warna oleh situs ini.

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-18. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi