Stasiun Bogor
Stasiun Bogor (BOO), pada masa kolonial Belanda bernama Station Buitenzorg, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Jalan Nyi Raja Permas, Cibogor, Bogor Tengah, Kota Bogor.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Transportasi (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Stasiun Bogor dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Stasiun Bogor
- Lokasi
- Bogor, Jawa Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q2441490; ID31647
- Klasifikasi sumber
- transportasi · nomor ID31647
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: transportasi. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Stasiun Bogor (BOO), pada masa kolonial Belanda bernama Station Buitenzorg, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Jalan Nyi Raja Permas, Cibogor, Bogor Tengah, Kota Bogor. Stasiun yang terletak pada ketinggian +246 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta serta menjadi stasiun paling selatan dalam pengelolaan KAI Commuter di Jabodetabek. Stasiun ini terletak di sebelah barat Alun-alun Kota Bogor menghadap Istana Bogor serta melayani kereta api Commuter Line dengan jarak 54,6 km arah selatan dari .
Stasiun ini menjadi stasiun terminus untuk perjalanan Commuter Line yang melayani kawasan Jabodetabek. Selesai dibangun pada tahun 1881, stasiun ini awalnya menghadap ke arah timur. Namun, dengan berkembangnya layanan kereta api komuter Commuter Line yang semakin padat, pintu keberangkatan untuk penumpang Commuter Line dipindahkan ke arah barat. Sejak 17 Desember 2021, kedua pintu sama-sama dioperasikan. Stasiun ini disibukkan oleh kaum penglaju dari Bogor menuju Jakarta. Saat ini stasiun ini melayani Commuter Line Bogor dari dan tujuan Jakarta Kota.
Bangunan dan tata letak
Stasiun ini memiliki dua bangunan yang berdampingan. Bangunan utamanya adalah bangunan area masuk ke stasiun, lobi, kantor administrasi, tempat penjualan tiket, dan fasilitas lainnya. Sementara itu, bangunan keduanya adalah bangunan overcapping yang menaungi peron dan dua jalur kereta api.
Stasiun ini memiliki delapan jalur kereta api. Jalur 3 merupakan sepur lurus jalur ganda ke arah Depok—Jakarta sekaligus sepur raya jalur tunggal arah Cianjur—Padalarang, sedangkan jalur 5 merupakan sepur lurus jalur ganda dari Depok—Jakarta.
Arsitektur bangunan lama stasiun
Stasiun ini kental dengan nuansa Eropa; kaya akan ornamental geometris seperti awan, kaki-kaki singa, dan relung yang terpengaruh gaya Yunani Klasik dengan unsur simetris dan serba geometris. Gaya bangunan stasiun adalah Indische Empire dengan sentuhan pintu masuk dan lobi utama bergaya Neoklasik
Pada ruang VIP berdiri prasasti dari marmer setinggi 1 meter. Monumen ini sebagai simbol tanda ucapan selamat dari para karyawan SS kepada David Maarschalk yang memasuki masa pensiun atas usahanya mengembangkan jalur kereta api di Jawa. Prasasti ini dibuat sebagai pengganti patung David Maarschalk yang dulunya berada di tempat prasasti ini.
Bentuk atap pelana dan gerbang melengkung pada fasad depan memberikan kesan anggun bangunan. Dindingnya berupa bata plesteran dengan guratan bergaris serta adanya moulding cornice yang membingkai atap jurai di atasnya. Jendela dan pintu terbuat dari kayu dengan ukuran yang kuat sehingga memberikan kesan klasik bangunan. Peron stasiun dipayungi overcapping yang terbuat dari besi bergelombang yang ditopang kerangka baja. Stasiun ini memiliki dua lantai yang dihubungkan dengan tangga meliuk-liuk.
Saat ini, meski bangunan utama stasiun relatif tidak berubah, overcapping stasiun telah mengalami perubahan. Tritisan atap stasiun kini telah sebagian dilubangi dan dipotong, dan kerangka bajanya juga diiris sebagian di atas jalur 3 untuk mengakomodasi kabel listrik aliran atas saat layanan kereta api komuter Batavia—Buitenzorg dioperasikan. Layanan tersebut mulai beroperasi tahun 1925 untuk memperingati hari ulang tahun SS yang ke-50.
Ciri khas
Seperti di Stasiun Cikampek dan , Stasiun Bogor mempunyai bel kedatangan kereta api, yaitu lagu pop Sunda, "Manuk Dadali" dan lagu tradisional, "Sabilulungan" dalam dikemas instrumental. Stasiun ini juga memiliki layanan , serupa dengan stasiun-stasiun di Jepang yang bertajuk Stamp Rally. Stempel Stasiun Bogor disediakan sejak tanggal 24 Agustus 2026 dengan gambar cap yang tercantum di dalam stempel stasiun yakni merupakan gambar simbolis yang mencerminkan cerita, sejarah, dan budaya di lingkungan stasiun. Stempel tersedia di dalam area stasiun dan dapat dibubuhkan pada buku khusus bernama KAI Stamp Rally Passport atau pada media lainnya.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Pada awal tahun 1870-an, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij membangun stasiun di Buitenzorg sebagai bagian terakhir dari jalur kereta api Batavia–Buitenzorg yang menghubungkan Kleine Boom dengan Buitenzorg. Stasiun ini dibuka untuk pertama kalinya untuk umum pada 31 Januari 1873. Tidak kurang dari 40 tahun pertama, stasiun ini dikelola oleh NIS.
Tahun 1881, Staatsspoorwegen (SS) membangun Stasiun Buitenzorg yang kedua sebagai bagian dari pembangunan jalur kereta api Bogor—Bandung—Banjar–Kutoarjo—Yogyakarta. Pembangunan jalur kereta api ini mengharuskan adanya peran pemerintah mengingat biaya pembangunannya lebih mahal daripada pembangunan lintas datar. Dengan menunjuk David Maarschalk sebagai kepala jawatan, dibangunlah jalur kereta api tahap pertama SS, yaitu pembangunan lintas selatan Jawa serta pembangunan jalur Surabaya–Pasuruan—Malang. Per 5 Oktober 1881, jalur kereta api segmen pertama, Bogor—Cicurug, telah selesai. Per tanggal 17 Mei 1884, jalur telah sampai di Bandung.
Pada tahun 1913 jalur kereta api Batavia—Buitenzorg dibeli oleh SS. Dahulu, sebuah lapangan luas bernama Taman Wilhelmina pernah menjadi bagian dari stasiun Bogor.
Renovasi stasiun pernah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan tahun 2009. Bangunan stasiun yang bertuliskan "1881" ini, yang menghadap Jalan Nyi Raja Permas ini pernah tidak difungsikan sebagai pintu masuk stasiun untuk umum dengan pintu stasiun dipindah menghadap Jalan Mayor Oking.
Setelah bertahun-tahun tidak dilayani, bangunan lama stasiun yang menghadap arah timur ini dibuka kembali pada tanggal 17 Desember 2021. Pintu timur ini menghadap Alun-alun Kota Bogor. Pintu keberangkatan sisi timur stasiun terintegrasi langsung dengan alun-alun tersebut. Untuk mendukung operasional pintu timur, KAI Commuter membangun satu kotak loket di pintu masuk, sepuluh e-gate, dan dua mesin tiket pada hall bangunan tersebut. Sejak adanya perubahan pelayanan Commuter Line di stasiun ini menjelang pertengahan 2022, kereta api Pangrango yang sebelumnya hanya melayani langsiran sempat melayani penumpang secara reguler di emplasemen bangunan lama stasiun per 1 Juni 2022, sebelum kemudian dikembalikan ke Stasiun Bogor Paledang sejak 18 Juni 2025 bersamaan dengan mulai dibukanya jembatan penghubung antara stasiun ini dan Stasiun Bogor Paledang.
Pada tanggal 15 April 2026, dilakukan pengerjaan perpanjangan jalur 6, 7, dan 8 stasiun untuk meningkatkan kapasitas jalur-jalur tersebut supaya dapat digunakan oleh layanan kereta api komuter dengan stamformasi 12 kereta, yang mana sebelumnya ketiga jalur tersebut hanya dapat menampung rangkaian yang stamformasinya tidak lebih dari 10 kereta. Proyek tersebut mengakibatkan ketiga jalur tersebut tidak dapat digunakan untuk naik turun penumpang untuk sementara waktu sehingga dilakukan penyesuaian jadwal oleh KAI Commuter. Hingga kemudian ketiga jalur tersebut kembali dioperasikan dan melayani penaikan layanan kereta api komuter dengan stamformasi 12 kereta mulai tanggal 15 Juli 2026 dengan keberangkatan kereta pertama di pagi hari pada pukul 04.08 WIB.
Revitalisasi kemudian berlanjut pada peron jalur 4 dan 5 stasiun yang berlangsung mulai tanggal 18 Juli 2026. Revitalisasi tersebut akan berfokus pada pengerjaan fisik penambahan kanopi (overcapping) pada peron tersebut sehingga tidak dapat digunakan sementara dan layanan dialihkan ke peron jalur lainnya, yakni peron jalur 2, 3, 6, 7, dan 8, tanpa mengubah jadwal perjalanan Commuter Line.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Stasiun Bogor. Revisi 30000501. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 30000501. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Stasiun Bogor sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-29T02:39:48Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Stasiun Bogor · revisi 30000501 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-29T02:39:48Z
- Wikidata P625 · Stasiun Bogor ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-07-24T11:59:00Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.