Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R600882806
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID882806. Asal dan lisensi uraian
BangunanTangerang Selatan, Banten, IndonesiaARS-R600882806

Stasiun Jurangmangu

Stasiun Jurangmangu (JMU) merupakan sebuah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +25 meter ini hanya melayani KRL Commuter Line.

Dasar informasi:[1]
Bandingkan
Jenis objek
Bangunan
Fungsi
Transportasi (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Stasiun Jurangmangu dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Tangerang Selatan, Banten, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Stasiun Jurangmangu sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan. Bangunan lain pada tapak tidak otomatis menjadi bagian dari entitas ini.
Nama utama
Stasiun Jurangmangu
Lokasi
Tangerang Selatan, Banten, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q12516265; ID882806
Klasifikasi sumber
transportasi · nomor ID882806
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Titik lokasi: Titik rujukan Wikidata P625 untuk identitas sumber; bukan jejak bangunan. Ketelitian horizontal belum diverifikasi.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: transportasi. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup pintu, jendela, atau gerbang, susunan ruang, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Stasiun Jurangmangu (JMU) merupakan sebuah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +25 meter ini hanya melayani KRL Commuter Line. Meskipun bernama Jurangmangu, stasiun ini tidak terletak di Kelurahan Jurangmangu, Kecamatan Pondok Aren, tetapi terletak di sebelah selatan Kelurahan Jurangmangu itu sendiri, yaitu Kecamatan Ciputat. Stasiun ini memiliki dua jalur kereta api.

Stasiun ini merupakan stasiun terdekat dengan kawasan berorientasi transit Bintaro Jaya Xchange di kota mandiri Bintaro Jaya. Untuk mengakses stasiun ini, penumpang melewati terowongan pejalan kaki yang berada dibawah jembatan Jalan Tol Ulujami–Serpong dari arah KBT Bintaro Jaya Xchange, atau melewati Jalan Cenderawasih. Saat berjalan menuju stasiun, terdapat taman yang terletak pada lembah di dekat stasiun ini.

Awal Pengoperasian

Agar mobilitas penumpang dari Batavia hingga kawasan Banten semakin lancar, maka pada tahun 1890-an perusahaan Staatsspoorwegen (SS) berencana membangun sebuah jalur kereta api yang menghubungkan daerah Duri hingga daerah Serang, melalui daerah Tangerang dan Cikande. Proyek jalur pun sudah dikerjakan. Di tengah jalannya pembangunan, rencana trase jalur ini akhirnya dibatalkan dan diubah menjadi melalui daerah Parung Panjang hingga ke Rangkasbitung, jalur ini selesai pada 1 Oktober 1899 (termasuk membuka Stasiun Kebajoran). Trase jalur kereta api pertama yang sudah telanjur dibangun pun dicukupkan pembangunannya hanya sampai di daerah Tangerang saja, dan diresmikan sebagai jalur kereta api Tangerang-Duri yang berstatus sebagai jalur cabang. Jalur ini selesai dibangun pada 2 Januari 1899.

Jalur kereta api dari Stasiun Rangkasbitung diteruskan pembangunannya oleh Staatsspoorwegen (SS) hingga ke daerah Serang pada 1 Juli 1900, yang kemudian dilanjutkan kembali hingga ke dekat Pelabuhan Anyer Kidul pada 1 Desember 1900. Pada 1 Desember 1914, dibuat sebuah jalur percabangan di Stasiun Krenceng yang mengarah ke daerah Merak untuk mengakomodasi Pelabuhan Merak yang lebih dekat untuk menyeberang ke Lampung. Jalur yang menuju ke Anyer Kidul pada awalnya berstatus sebagai jalur utama, sedangkan jalur yang menuju ke Merak berstatus sebagai jalur cabang. Di kemudian waktu, status kedua jalur ini ditukar.

Stasiun Jurangmangu yang saat itu bernama Halte Djoerangmanggoe dahulu merupakan stasiun yang kurang berkembang di Lin Tanah Abang—Rangkasbitung karena terbayangi oleh Halte Pondok Betung hingga Halte Pondok Betung dinonatifkan sekitar tahun 1970-an, dan digantikan oleh Stasiun Pondok Ranji.

Pada tahun 1988, kondisi Halte Djoerangmanggoe ini semakin parah. Genteng-genteng dari halte kereta api ini sebagian sudah hilang dan sekitar halte ini penuh dengan lumpur tanah merah yang sangat becek sama halnya seperti Halte Tigaraksa. Pada tahun 1990 awal, bangunan halte ini sempat dibongkar dan dibangun ulang sirip dengan Stasiun Daru. Bentuk dari Halte Djoerangmanggoe memiliki 2 ruang PPKA, serta memiliki toilet seperti Halte Cicayur.

Reaktivasi dan Revitalisasi

Stasiun Jurangmangu sempat dinonatifkan pada tahun 2000-an, karena okupansi penumpang yang menurun drastis. Di kemudian hari stasiun ini dibuka kembali pada tanggal 16 September 2009 oleh Jusman Syafii Djamal sebagai Menteri Perhubungan RI pada saat itu. Pengoperasian stasiun ini dilakukan dalam rangka meningkatkan okupansi penumpang KRL Commuter Line rute Tanah Abang—Parung Panjang. Hal ini karena pada sebelumnya jarak antarstasiun KRL terbilang jauh sehingga perlu adanya stasiun yang dapat diakses oleh penduduk setempat.

Stasiun ini mulai dilakukan revitalisasi pada tanggal 13 Mei 2024 dalam rangka peningkatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM), proyek ini mencakup fasad stasiun, gerbang tiket, akses pejalan kaki, dan penambahan fasilitas seperti lift dan eskalator. Revitalisasi Stasiun Jurangmangu selesai pada 5 bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 12 Oktober 2024 dan diresmikan langsung oleh Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan pada saat itu.

Stasiun Ramah Lingkungan

Pada 17 Desember 2019, Stasiun Jurangmangu diresmikan sebagai Stasiun Ramah Lingkungan bersamaan dengan Stasiun Sudirman dan Stasiun Klender. Peresmian tersebut digelar di Stasiun Sudirman oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI/KAI Commuter). Di sisi utara Stasiun Jurangmangu, terdapat pepohonan lebat yang memberikan suasana hijau dan segar di stasiun. Selain itu terdapat fasilitas tempat sampah yang dipilah, taman hijau pada akses menuju Bintaro Xchange, dan tanaman gantung di tepi-tepi peron. Pemberian gelar Stasiun Ramah Lingkungan ini diharapkan memberikan edukasi, sarana, dan informasi dalam mengembangkan gaya hidup ramah lingkungan. Rencananya konsep Stasiun Ramah Lingkungan ini akan dijalankan di seluruh stasiun Jabodetabek lainnya.

Tata letak

Stasiun ini awalnya memiliki 1 jalur aktif dan berstatus sebagai halte pada awal tahun 2000-an. Bangunan lama stasiun Jurangmangu ini sudah dirobohkan dan hilang tak berbekas. Saat ini, Stasiun Jurangmangu memiliki dua jalur kereta api. Jalur 1 merupakan sepur lurus arah Tanah Abang, sedangkan jalur 2 merupakan sepur lurus arah Serpong.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Tanggal observasi fisik belum dipastikan

Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber

Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.

Dasar informasi:[1]
05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Stasiun Jurangmangu. Revisi 30017289. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 30017289. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Stasiun Jurangmangu sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-10-02T08:05:49Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Stasiun Jurangmangu · revisi 30017289 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-10-02T08:05:49Z
  2. Wikidata P625 · Stasiun Jurangmangu ↗
    Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-09-24T01:52:20Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi