Stasiun Palbapang
Palbapang memperlihatkan perubahan sebuah emplasemen kereta api menjadi ruang pelayanan transportasi jalan, dengan gedung stasiun sebagai unsur utamanya.
- Jenis objek
- Kompleks
- Fungsi
- transportasi
- Masa tercatat
- Belum diringkas untuk keseluruhan objek
- Kondisi dan status
- Kondisi dan keutuhan mengikuti catatan sumber
Identitas dan tapak
Gugus ini terletak di Jalan Panembahan Senopati, Palbapang, Bantul. Jalur historis Yogyakarta–Brosot menghubungkannya dengan angkutan penumpang dan hasil pertanian; rumah dinas dan fasilitas operasi melengkapi lingkungan stasiun.
- Nama utama
- Stasiun Palbapang
- Lokasi
- Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- 3402082001.3.2017.208
- Dasar kondisi
- Sumber membahas kehilangan atau perubahan pada sebagian objek. Lingkup dan bagian tersisa dijelaskan dalam narasi; tidak dinyatakan sebagai bangunan utuh atau hasil survei mutakhir.
Ruang dan fungsi
Gedung utama memisahkan kegiatan menunggu, penjualan tiket, administrasi, kepala stasiun, dan penyimpanan. Emplasemen kemudian digunakan sebagai terminal bus; pemakaian ini mengubah hubungan lantai stasiun, bekas peron, jalan, dan trotoar di sekelilingnya.
Membaca arsitektur
Bangunan utama memakai atap limasan yang melebar menjadi emper. Di bawahnya, empat ruang disusun berjajar, dengan ruang tunggu di ujung barat dan gudang di ujung timur. Ventilasi bundar berjeruji besi berulang di atas pintu maupun jendela, sehingga menjadi ciri bidang dinding berplester. Bagian dasar dinding luar diberi lapisan kerikil, sedangkan lantai dalam memadukan teraso bermotif berwarna dasar putih dan merah. Kusen serta daun bukaan menggunakan kayu; sebagian jendela menggabungkan kaca dengan krepyak. Gedung toilet berdiri terpisah di timur, juga beratap limasan. Sumber mencatat bekas peron tertutup permukaan terminal, sementara menara air telah dibongkar.
Pihak dan peran
Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Emplasemen dipakai sebagai terminal bus
Tanggal disebut pada uraian prasasti perubahan fungsi.
Keterangan tanggal: tercatat dalam sumberBentuk dan ruang yang didokumentasikan sumber resmi
Narasi profil ditulis baru dari fakta registri. Riwayat konstruksi yang tidak tersedia tidak diisi dari tanggal akses, kode periode, atau tanggal penetapan.
Ukuran dan sistem
Kuda-kuda, gording, dan usuk kayu menopang genteng; talang seng membawa air menuju pipa sisi gedung. Pompa air lama disebut sebagai komponen yang dipajang dalam kawasan bekas emplasemen.
- Bahan dan sistem
- Kayu · Rangka atap dan bukaan gedung utamaDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Teraso · Lantai gedung utamaDasar informasi:[1]
- Bahan dan sistem
- Bata berplester · Dinding toiletDasar informasi:[1]
Belum tersedia ukuran bersumber yang dapat ditampilkan.
Dokumentasi dan sumber
- Kehilangan menara air dan tertutupnya peron bukan kehilangan seluruh kompleks; ukuran ruang yang satuannya rancu tidak dipakai.
- Profil editorial disusun dari fakta registri resmi dengan narasi baru. Prosa dan gambar pemerintah yang belum mempunyai izin redistribusi tidak disalin. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Dasar informasi
- Stasiun Palbapang ↗Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta · Jogjacagar · data resmi diakses pada 2026-10-15
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.