Surau Menara
Surau Menara atau Surau Syekh Mustafa terletak di Jorong Lubuk Jaya, Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Indonesia. Surau ini didirikan pada 1894 oleh Syekh Mustafa Al-Khalidi Sungai Pagu dan awalnya bernama Surau Lubuk.
- Jenis objek
- Bangunan
- Fungsi
- Keagamaan (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Surau Menara dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Koto Baru, Sumatera Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Surau Menara
- Lokasi
- Koto Baru, Sumatera Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q64007083; ID2786716
- Klasifikasi sumber
- keagamaan · nomor ID2786716
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Lihat di Peta Arsitektur ↗
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas bangunan individual. Kategori fungsi untuk penelusuran: keagamaan. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Surau Menara atau Surau Syekh Mustafa terletak di Jorong Lubuk Jaya, Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Indonesia. Surau ini didirikan pada 1894 oleh Syekh Mustafa Al-Khalidi Sungai Pagu dan awalnya bernama Surau Lubuk. Dinamakan "Menara" karena bentuk bangunannya yang jangkung seperti menara dengan ketinggian sampai puncak sekitar 13 meter. Letaknya berada di tengah perkampungan yang dikenal sebagai Kawasan Seribu Rumah Gadang sehingga dari puncak atap surau ini dapat dilihat pemandangan sekeliling Kawasan Seribu Rumah Gadang.
Saat ini, bangunan Surau Menara telah menggunakan batu bata dengan atap terbuat dari seng sebagai hasil pemugaran. Sebelum dipugar, bangunannya hanya terbuat dari kayu dengan atap ijuk. Meski demikian, bentuk asli Surau Menara masih tetap dipertahankan.
Surau ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya bersama 129 objek lainnya di Kawasan Seribu Rumah Gadang.
Konstruksi
Surau Menara memiliki puncak berbentuk menara dengan atap berbentuk limas. Tinggi menara sekitar 13 meter, menyatu dengan ruang salat yang denah dasar berukuran 8 x 12 meter.
Konstruksi bangunan ditopang oleh tiang kayu dengan dinding terbuat dari batu bata, kecuali dinding menara yang sejak didirikan terbuat dari kayu. Jumlah tiang sebanyak 13 buah. Tiang-tiang penyangga saling terhubung sistem pasak, tanpa menggunakan paku. Kayu yang digunakan yakni jenis kayu jua atau sejenis sonokeling. Tiang-tiang bangunan masih asli sampai saat ini kendati sudah banyak yang lapuk dimakan usia. Pada 2002, masyarakat setempat menambahkan lapisan kayu pada tiang-tiang lama agar tetap kokoh.
Terdapat sebanyak 15 anak tangga di atas loteng yang digunakan untuk mencapai puncak surau. Konstruksi atap hingga puncak surau masih asli, ditandai dengan kayu yang digunakan pada dinding menara.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Sejarah
Surau Menara didirikan pada 1894 dan mulai digunakan setidaknya sejak 1900. Surai ini merupakan bangunan ibadah umat Muslim tertua di Solok Selatan. Awalnya, surau ini bernama Surau Lubuk. Pendirinya yakni Syekh Mustafa Al-Khalidi Sungai Pagu (wafat 1901), seorang ulama Minangkabau yang menyebarkan Tarekat Naqsyabandiyah di Sungai Pagu. Syekh Mustafa merupakan guru bagi Muhammad Dalil Bayang dari Bayang, Pesisir Selatan dan Syekh Khatib Muhammad Ali dari Padang. Tidak ada catatan apakah kedua murid Syekh Mustafa pernah belajar di surau ini.
Ketika berdiri, Surau Menara awalnya hanya memiliki ukuran 6 x 6 meter. Bangunannya semula terbuat dari kayu dengan atap berbahan ijuk. Bentuknya menyatu dengan bangunan bertingkat berbentuk menara setinggi 13 meter sehingga dijuluki sebagai Surau Menara.
Renovasi
Pada dekade 1950-an sampai 1970-an, surau ini sempat tidak digunakan. Pada 1980, dilakukan renovasi pertama kali dengan melebarkan ruang salat menjadi 8 x 12 meter. Renovasi dilaksanakan secara swadaya, yang biayanya berasal dari masyarakat sekitar surau dan dikumpulkan pada bulan Ramadhan. Perenovasian dilakukan hanya di bagian bawah surau, seperti dinding kayu yang sekarang diganti tembok, perluasan mimbar yang sekarang, penambahan teras, serta interior ruangan dengan melapisi dinding dengan papan kayu agar tampak lebih asri dan nyaman.
Uraian bentuk dan riwayat dalam artikel sumber
Riwayat dan perubahan dibaca dalam bagian sumber terpilih. Tanggal revisi artikel bukan tanggal pembangunan atau survei kondisi.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Surau Menara. Revisi 29975777. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Kontributor Wikidata · data terstruktur CC0 1.0
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29975777. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Surau Menara sebagai bangunan individual. Profil mengikuti lingkup objek fisik yang dibahas sumber; lembaga pengelola dan objek di sekitarnya tidak menjadi identitas tambahan.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-25T15:53:30Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Surau Menara · revisi 29975777 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-25T15:53:30Z
- Wikidata P625 · Surau Menara ↗Kontributor Wikidata · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-01-18T03:53:10Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.