Rumah Adat Banoa Sibatang
Banua Batang atau Banua Busun adalah rumah adat tradisional Suku Makki, kabupaten Mamuju provinsi Sulawesi Barat. Rumah adat ini dihuni oleh suku Makki atau disebut juga Suku Kalumpang.
- Jenis objek
- Tipologi
- Fungsi
- Hunian (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Rumah Adat Banoa Sibatang dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Tradisi arsitektur Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Rumah Adat Banoa Sibatang
- Lokasi
- Tradisi arsitektur Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q65210127; ID2776826
- Klasifikasi sumber
- hunian · nomor ID2776826
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas tipologi arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: hunian. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Banua Batang atau Banua Busun adalah rumah adat tradisional Suku Makki, kabupaten Mamuju provinsi Sulawesi Barat. Rumah adat ini dihuni oleh suku Makki atau disebut juga Suku Kalumpang. Rumah adat ini memiliki keunikan pada bagian atap dan pada bagian bawahnya. Rumah adat ini diyakini berkaitan langsung dengan nenek moyang Austronesia. Keterkaitannya bisa dilihat dari tiang rumah panggung yang disambungkan dengan lantai rumah sehingga membentuk pola seperti rakit. Keunikan tersebut diyakini sebagai jejak warisan bangsa Austronesia yang dulu bermigrasi dari Pulau Formosa ke selatan dengan menggunakan rakit. Secara asal-usul, tetua-tetua adat di Kalumpang mengakui bahwasanya sebagian besar masyarakat Kalumpang berasal dari Tana Toraja. Secara umum masyarakat Kalumpang disebut dan menyebut diri mereka sebagai masyarakat Toraja Barat. Hal ini sangat berpengaruh pada bentuk dan konstruksi rumah adat Banua Batang, yang sangat mirip dengan rumah ada suku Toraja yang ada di Sulawesi Selatan. Dengan atap bentuk rakit, tiang depan dengan beberapa tanduk kerbau sebagai persembahan ritual memasuki rumah baru.
Daerah Kalumpang sangat menarik untuk dikunjungi. Daerah ini sudah lama menjadi daya tarik Arkeolog untuk meneliti sejarah kehidupan nenek moyang Austronesia. Banyak ditemukan peninggalan-peninggalan nenek moyang yang di yakini sebagai bangsa Austronesia.
Kalumpang berada di Hulu sungai Karama, sungai terpanjang di Sulawesi Barat kecamatan Kalumpang, Mamuju. Kecamatan Kalumpang ini bisa ditempuh 180 km dari kota Mamuju dan 38 km dari pelabuhan Belang-belang, yaitu pelabuhan utama provinsi Sulawesi Barat.
Letak geografis
Secara geografis, wilayah Kalumpang berada di bagian Barat pegunungan Tirobali yang membagi wilayah Toraja dan Luwuk di bagian timur dengan wilayah Mamuju. Berdasarkan UU No. 26 Tahun 2004, terjadi pemekaran provinsi Sulawesi Selatan, sehingga terbentuklah provinsi Sulawesi Barat, dengan lima kabupaten yaitu Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamasa, dan Mamuju Utara sehingga Kalumpang kini masuk dalam wilayah kabupaten Mamuju provinsi Sulawesi Barat.
Sejak pemekaran Sulawesi Selatan yang sebagian wilayahnya menjadi Provinsi Sulawesi Barat yang didalamnya termasuk wilayah masyarakat Kalumpang dalam bentuk wilayah administrasi kecamatan Kalumpang, Pemerintah Kabupaten Mamuju yang menaungi wilayah Kalumpang telah menyebut masyarakat Kalumpang sebagai Masyarakat Adat Kalumpang. Hal ini terbukti dengan adanya tulisan Kalumpang yang dipajang di ikon kota Mamuju yaitu 6 tiang penyangga gong perdamaian yang berada di tepi Pantai Manakarra bersama-sama dengan kata-kata yang mengisyaratkan masyarakat adat yang secara turun temurun telah menghuni Wilayah administratif kabupaten Mamuju seperti Kalukku dan Tapalang.
Konstruksi
Rangka utama yaitu tiang dan balok induk, dengan menggunakan kayu kelas satu.
Konstruksi tiang rumah panggung yang disambungkan dengan lantai rumah memiliki pola berbentuk seperti rakit. Konstruksi dinding menggunakan kayu kelas dua. Karena adanya pengaruh Toraja maka bentuk rumah hampir mirip dengan rumah tongkonan dari Sulawesi Selatan, terutama bentuk atap yang membentuk rakit seperti halnya suku Toraja.
Konstruksi atap menggunakan bahan sirap dan kayu besi, bambu, daun nipah, rumbia, ijuk atau ilalang, dahulu dibuat dengan menggunakan parang La'bo yaitu parang khas suku Kalumpang
Konstruksi tangga terbuat dari kayu dan bambu
Konstruksi dinding menggunakan kayu, papan dan bambu zaman dahulu menggunakan teknik mengikat dan membuat simpul
Fungsi
Tiang yang tinggi memberikan efek status sosial. Semakin tinggi tingkat kolong rumah menandakan semakin tinggi pula tingkat status sosial pemiliknya
Tiang-tiang tinggi juga untuk menghindari banjir dan binatang buas
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Rumah Adat Banoa Sibatang. Revisi 29499192. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29499192. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Rumah Adat Banoa Sibatang sebagai bentuk atau tipologi arsitektur. Profil membahas konsep arsitektur dan variasinya dalam konteks Indonesia; bukan satu bangunan contoh atau klaim asal yang eksklusif.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-07-27T18:40:12Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Rumah Adat Banoa Sibatang · revisi 29499192 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-07-27T18:40:12Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.