Rumah Adat Boyang
Boyang merupakan rumah adat yang berasal dari Provinsi Sulawesi Barat. Rumah Boyang memiliki gaya arsitektur yang unik, berbentuk rumah panggung yang tersusun dari material kayu dan ditopang tiang-tiang penyangga.
- Jenis objek
- Tipologi
- Fungsi
- Hunian (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Rumah Adat Boyang dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Sulawesi Barat, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Rumah Adat Boyang
- Lokasi
- Sulawesi Barat, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q65213670; ID2767679
- Klasifikasi sumber
- hunian · nomor ID2767679
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas tipologi arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: hunian. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Boyang merupakan rumah adat yang berasal dari Provinsi Sulawesi Barat. Rumah Boyang memiliki gaya arsitektur yang unik, berbentuk rumah panggung yang tersusun dari material kayu dan ditopang tiang-tiang penyangga. Rumah ini menjadi tempat tinggal Suku Mandar yang merupakan suku asli dari Sulawesi Barat.
Jenis
Rumah boyang terdiri dari dua jenis, yaitu "boyang adaq" dan "boyang beasa". Boyang adaq merupakan tempat tinggal bagi bangsawan, sedangkan boyang beasa merupakan tempat tinggal rakyat biasa. Pada boyang adaq diberi ornamen yang melambangkan identitas tertentu yang mendukung tingkat status sosial penghuninya. Di antaranya memiliki tumbaq layar (penutup bubungan) yang memiliki tiga sampai tujuh susun, semakin banyak susunannya semakin tinggi derajat kebangsawanannya. Selain itu boyang adaq memiliki dua susun tangga, susunan pertama terdiri atas tiga anak tangga, sedangkan susunan kedua terdiri atas sembilan atau sebelas anak tangga. Kedua susunan tangga tersebut di antarai oleh pararang. Ciri-ciri yang dimiliki boyang beasa tidak semegah boyang adaq, karena hanya memiliki satu susun penutup bubungan dan satu susun anak tangga.
Struktur
Rumah boyang memiliki struktur rumah panggung yang menggunakan material kayu dan ditopang oleh beberapa tiang yang terbuat dari kayu berukuran besar dengan tinggi dua meter. Tiang-tiang tersebut berfungsi untuk menopang lantai dan atap rumah, tiang ini tidak ditancapkan ke tanah melainkan hanya ditumpangkan di sebuah batu datar untuk mencegah kayu melapuk. Rumah boyang memiliki dua buah tangga yang terletak di bagian depan dan belakang rumah. Tangga-tangga tersebut harus memiliki jumlah yang ganjil, umumnya antara 7 sampai 13 buah dan dilengkapi dengan sebuah pegangan di bagian sisi kanan dan kiri tangga. Sedangkan dinding dan lantai rumah menggunakan material papan. Dinding rumah biasanya menggunakan papan yang sudah diukir sesuai dengan motif khas suku mandar. Pada dinding dilengkapi dengan jendela yang berfungsi sebagai media untuk sirkulasi udara
Rumah boyang memiliki atap berbentuk prisma dan memanjang dari bagian depan sampai bagian belakang rumah. Pada umumnya, atap terbuat dari seng. Sebagian ada yang menggunakan rumbia dan sirap. Pada zaman dahulu, rumah-rumah penduduk baik boyang adaq maupun boyang beasa menggunakan atap rumbia. Hal ini disebabkan karena bahan tersebut banyak tersedia dan mudah untuk mendapatkannya. Pada bagian depan atap terdapat tumbaq layar (penutup bubungan) yang memberi identitas tentang status sosial bagi penghuninya. Pada penutup bubungan tersebut sering dipasang ornamen ukiran bunga melati. Di ujung bawah atap, baik pada bagian kanan maupun kiri sering diberi ornamen ukiran burung atau ayam jantan. Pada bagian atas penutup bubungan, baik di depan maupun belakang dipasang ornamen yang tegak ke atas. Ornamen itu disebut "teppang".
Untuk menunjang kegunaan dan fungsinya, rumah boyang dibagi menjadi beberapa bagian ruangan yang disebut dengan lotang. Lotang utama berjumlah tiga, yaitu samboyang, tangnga boyang dan bui boyang. Sedangkan lotang tambahan berjumlah empat, yaitu tapang, paceko, lego-lego dan naong boyang.
Samboyang
Samboyang merupakan ruangan yang terletak di bagian paling depan rumah dan memiliki ukuran yang cukup lebar. Ruangan ini berfungsi sebagai tempat untuk menerima tamu, sebagai ruangan tempat tidur tamu apabila ada yang bermalam, tempat atau pusat pelaksanaan kegiatan bila ada hajatan yang dilakukan di dalam rumah dan tempat membaringkan mayat sebelum dibawa ke kubur. Berdasarkan fungsi-fungsi tersebut, maka ruangan tersebut menjadi titik perhatian pemilik rumah untuk senantiasa menjaga kebersihan, keindahan dan kerapian di ruangan tersebut. Oleh karena itu, aktivitas keluarga yang berkenaan dengan interaksi antara sesama anggota keluarga tidak banyak dilakukan di ruangan ini.
Tangnga Boyang
Tangnga boyang terletak pada bagian tengah rumah. Ruangan ini berada di sebelah ruang samboyang, tetapi memiliki ukuran yang lebih lebar jika dibandingkan dengan samboyang. Ruang ini berfungsi sebagai ruang keluarga, di mana aktivitas keluarga dan hubungan sosial antara sesama anggota rumah tangga frekuensinya lebih banyak berlangsung di ruangan ini. Tangnga boyang digunakan sebagai tempat berkumpul dan melakukan berbagai aktivitas bagi pemilik rumah
Bui Boyang
Bui boyang merupakan ruangan yang terletak di bagian paling belakang. Bui boyang terdiri dari beberapa kamar (songi) yang digunakan untuk tidur bagi penghuni rumah. Terdapat kamar untuk kepala rumah tangga, anak bujang, anak gadis, kakek dan nenek dengan ukuran yang berbeda pada setiap kamar. Penempatan kamar untuk anak gadis lebih menekankan pada fungsi pengamanan dan perlindungan untuk menjaga harkat dan martabat keluarga. Ruang belakang dibandingkan dengan ruangan tengah dan ruangan depan, tempatnya lebih aman dan terlindungi dari berbagai hal yang akan merusak citra keluarga.
Tapang
Tapang merupakan ruangan yang terletak di bagian loteng rumah. Tapang digunakan sebagai gudang yang berfungsi untuk menyimpan barang-barang. Selain itu, pada zaman dahulu, tapang juga digunakan sebagai kamar untuk calon pengantin. Hal ini disebabkan karena letaknya yang tersembunyi yang menyimbolkan bahwa seorang calon pengantin harus benar-benar menjaga kesuciannya.
Paceko
Paceko atau dalam bahasa Indonesia disebut dapur, merupakan ruangan yang dibangun menyilang dengan bangunan utama dengan luas yang hampir sama dengan ruangan-ruangan lain. Di dalam paceko terdapat sebuah ruangan yang disebut pattetemeangang atau kamar mandi. Paceko digunakan sebagai tempat untuk memasak dan tempat untuk menyimpan persediaan makanan.
Lego-lego
Lego-lego terletak di bagian depan rumah dan memiliki atap, namun tidak memiliki dinding. Bangunan ini biasanya lebih sempit dibanding dengan tambahan bangunan bagian belakang. Namun, bangunan tersebut tampak lebih indah dihiasi dengan berbagai ornamen, baik yang berbentuk ukiran maupun yang berbentuk garis-garis vertikal dan horizontal. Lego-lego berfungsi sebagai teras rumah dan biasanya digunakan oleh pemilik rumah sebagai tempat untuk bersantai, tempat duduk tamu sebelum masuk rumah, dan sebagai tempat menonton apabila diadakan acara di halaman depan rumah.
Naong Boyang
Naong boyang atau disebut juga dengan kolong rumah. Pada masa lalu, kolong rumah hanya berlantai tanah. Di tempat itu sering dibuatkan rambang sebagai kandang ternak, seperti ayam, itik, dan kuda atau untuk menyimpan perkakas pertanian atau nelayan. Adakalanya sebagai tempat manette (menenun) kain sarung bagi kaum wanita. Kolong rumah dapat juga berfungsi sosial, yaitu sebagai tempat bernaung bagi orang yang lewat pada saat hujan. Orang tersebut dapat bernaung tanpa harus minta izin kepada pemilik rumah. Kolong rumah sering pula difungsikan sebagai tempat upacara. Sekarang ini, banyak rumah telah dimodifikasi dengan memberi dinding dan lantai permanen pada naong boyang.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Riwayat dalam arsip sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembangunan
Bagi orang Mandar, setiap akan membangun rumah senantiasa didahului dengan suatu pertemuan antara seluruh keluarga atau kerabat. Dalam pertemuan tersebut dilakukan musyawarah mengenai berbagai hal yang biasanya dipimpin oleh anggota keluarga yang lebih tua dan mengetahui tentang nilai-nilai dan adat istiadat dalam masyarakat. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pelaksanaan musyawarah sering dihadirkan pula pappapia boyang (tukang ahli rumah). Fokus musyawarah lebih diutamakan pada status sosial yang akan menempati rumah tersebut sebab dari status sosial orang bersangkutan akan dapat diketahui jenis dan bentuk rumah yang akan dibangun. Kalau yang bersangkutan berstatus bangsawan, maka jenis rumah yang akan dibangun adalah boyang adaq, bila yang bersangkutan berasal dari golongan masyarakat biasa, maka rumah yang akan dibangun adalah boyang beasa.
Pemilihan waktu juga sangat penting, karena terkait dengan sistem kepercayaan masyarakat yang disebut putika, ada waktu yang baik dan ada waktu yang buruk. Waktu yang baik selalu dihubungkan dengan keberuntungan dan keselamatan. Pemilihan waktu yang baik dimaksudkan agar cita-cita yang diharapkan oleh penghuni rumah, seperti rezeki yang banyak, kehidupan yang harmonis, dan keselamatan dapat terwujud secara nyata. Sedangkan waktu yang buruk selalu dihubungkan dengan bala, bencana dan ketidakmujuran atau sial. Hari-hari baik adalah senin, kamis, dan jumat. Bulan-bulan tertentu dianggap kurang baik, seperti Muharram, Safar, Jumadil Awal, dan Dzulkaidah. Orientasi rumah boyang yang paling baik adalah pada arah yang mengandung makna positif, yaitu arah timur tempat matahari terbit. Setelah agama Islam masuk di daerah Mandar, maka muncullah pandangan baru bahwa arah barat juga baik. Arah barat dianggap menghadap ke kiblat.
Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Rumah Adat Boyang. Revisi 29874254. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29874254. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Rumah Adat Boyang sebagai bentuk atau tipologi arsitektur. Profil membahas konsep arsitektur dan variasinya dalam konteks Indonesia; bukan satu bangunan contoh atau klaim asal yang eksklusif.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-18T03:43:59Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Rumah Adat Boyang · revisi 29874254 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-18T03:43:59Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.