Rumah Bale (Arsitektur Sumba)
Rumah Bale adalah rumah tradisional yang ada di masyarakat Sumba, Nusa Tenggara Timur untuk masyarakat kebanyakan atau rakyat jelata, sedangkan untuk kaum bangsawan disebut Rumah Bala.
- Jenis objek
- Tipologi
- Fungsi
- Hunian (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Rumah Bale (Arsitektur Sumba) dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Konteks Indonesia didukung keterangan wilayah atau kategori sumber, serta uraian arsitektur yang diperiksa; tidak menyatakan asal tradisi yang eksklusif.
- Nama utama
- Rumah Bale (Arsitektur Sumba)
- Lokasi
- Nusa Tenggara Timur, Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q65210122; ID2784390
- Klasifikasi sumber
- hunian · nomor ID2784390
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas tipologi arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: hunian. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Rumah Bale adalah rumah tradisional yang ada di masyarakat Sumba, Nusa Tenggara Timur untuk masyarakat kebanyakan atau rakyat jelata, sedangkan untuk kaum bangsawan disebut Rumah Bala. Namun secara umum dalam arsitektur Sumba merupakan bagian terpadu dari seluruh kegiatan secara fisik, sosial, kebudayaan dan keagamaan sehingga mempunyai banyak persamaan. Rumah Bala dan Bale dapat ditemukan di kampung-kampung Praiyawang, Umabara, Tambahak, Kaliuda, Wundut, Lewapaku, Wunga, Rambangaru, Raja Prailiu, dan kampung Hama Parengu yang semuanya ada di kabupaten Sumba Timur, dan juga berada di kampung-kampung adat di kabupaten lain pulau Sumba.
Pandangan Masyarakat Sumba
Pandangan masyarakat Sumba tentang rumah adat atau rumah tradisional tecermin dari kepercayaan akan adanya tiga alam, yaitu alam bawah mewakili dunia para arwah, alam tengah sebagai tempat hidup untuk bekerja dan bersosialisasi bagi masyarakat manusia, dan alam atas adalah dunia dewa dan arwah para leluhur yang oleh kepercayaan masyarakat Sumba berkaian dinamakan Marapu. Marapu yaitu kepercayaan tentang arwah para leluhur yang sudah hidup bersama para dewa, tetapi mereka tetap juga berhubungan dengan manusia seperti makhluk hidup, sehingga manusia dapat meminta perlidungan serta berkat dari para arwah atau marapu.
Pandangan masyarakat Sumba itu memengaruhi bentuk bangunan tradisional Sumba dalam hal posisi atau letak ruangan-ruangan serta fungsinya yang terbagi dalam tiga bagian, yaitu bagian bawah untuk alam orang mati, bagian tengan untuk alam orang hidup dan bagian atas untuk alam dewa bersama para arwah leluhur yang dinamakan Marapu.
Pandangan seperti itu tecermin juga dalam pergaulan serta bertutur kata, bekerja serta sikap terhadap alam, rumah dan ruangan-ruangan serta posisi maupun ukiran-ukiran. Kerajinan tenun ikat dengan motif-motif dan warna juga menggambarkan unsur alam manusia, dewa serta marapu termasuk syair-syair serta lagu-lagu tradisional.
Struktur Rumah Bale
Rumah Bale (Arsitektur Sumba) merupakan rumah adat atau rumah tradisional yang mempunyai sruktur sebagai berikut: 1) bagian pertama yaitu bagian bawah, 2), bagian tengah, 3). dan bagian atas yang mencerminkan simbol alam baik alam fisik yang menjadi tempat hidup sekalian makhluk dan alam gaib yang dihuni para dewa serta arwah para leluhur. Bangunan bagian bawah mewakil alam bawah, yakni alam terendah sebagai tempat hewan ternak, bagian tengah mewakili alam tengah yaitu tempat hidup manusia untuk melakukan berbagai kegiatan. Dan bangunan bagian atas mewakili alam atas yang melambangkan tempat untuk para dewa dan bersifat sakral. Rumah tradisional digunakan juga sebagai tempat kebaktian, pusat persekutuan sosial dan kegiatan ekonomi.
Bagian bawah rumah adat atau rumah tradisional Sumba pada zaman dulu digunakan sebagai tempat menyimpan mayat, tetapi pada zaman sekarang tidak dilakukan lagi, tetapi digunakan sebagai kandang ternak seperti untuk ternak ayam, kambing atau babi. Bagian bawah juga supaya penghuni terhindarkan dari bahaya banjir. Namun kebiasaan seperti itu banyak warga sudah memindahkan hewan ternak ke kandang yang terpisah dari rumah yang dihuni oleh manusia.
Bagian tengah rumah Bale diperuntukan secara istimewa bagi manusia yang melakukan berbagai kegiatan, Arsitektur rumah Bale bagian tengah terdiri dari beberapa bagian, yakni depan, tengah belakang- samping kiri - kanan dan atas semua dibangun dengan berpedoman pada unsur-unsur alam dan kearifan lokal, untuk menjamin kenyamanan dan kesejahteraan bagi para penghuni.
Dan untuk rumah Bale bagian atas mewakili alam atas yang melambangkan alam untuk para dewa dan para arwah leluhur atau marapu. Bagian atas bersifat sakral atau gaib untuk meletakan persembahan atau sajian, tetapi kebiasaan seperti itu banyak yang tidak melakukan lagi, dan digunakan untuk menyimpan hasil bumi dan makanan. Penghormatan khusus kepada para dewa dan para leluhur tetap tecermin dengan memelihara rumah-rumah adat dan mengadakan ritual-ritual, sehingga rumah Bale juga menjadi tempat kebaktian dan pusat persekutuan sosial dan ekonomi.
Rumah tradisional Sumba dalam bahasa setempat dinamakan juga disebut uma mbatangu atau rumah berpuncak, karena atapnya tinggi menjulang mencapai 70 meter dari permukaan tanah, berbentuk seperti perahu terbalik dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Tingginya puncak berhubungan dengan kepercayaan Marapu yang berhubungan dengan roh para leluhur.
Bahan Bangunan Rumah Bale
Bahan atau material yang digunakan dalam pembuatan rumah Bale menggunakan bahan alam yang tersedia di daerah se tempat, yakni tiang-tiang dari balok kayu, rangka dinding juga dari balok kayu serta usuk, rangka atap dari balok, kayu bulat dan bambu-bambu, lantai dari papan, dinding terbuat dari anyaman buluh atau kulit bambu, dan bahan atap dari rumput alang-alang. Jenis dan kualitas material bangunan tradisional sangat menentukan lama bertahannya suatu bangunan, yakni bila balok-balok kayu yang digunakan untuk tiang, terangka dinding dan kerangka atap dari jenis kayu berkualitas bagus, bangunan dapat bertahan hingga puluhan tahun. Sedangkan bahan atap dari rumput alang-alang dapat bertahan hingga 20 tahun.
Bagan Rumah Bale
Rumah Bale (Arsitektur Sumba) mempunyai bagan yang merupakan perwujudan lapisan bumi, yakni lapisan teratas, loteng panas, loteng makanan, tahta, balai pertemuan, dan balai untuk pijakan kaki.
• Lapisan teratas atau dinamakan umma dalo yakni loteng tempat menyimpan bibit-bibit tanaman pangan seperti padi, jagung, sorgun serta bibit kacang-kacangan. Umma dalo juga digunakan sebagai tempat menyimpan bahan makanan yang unggul.
• Loteng panas yang dinamakan Pedambahano yaitu loteng panas diatas para-para api untuk menyimpan sementara hasil panenan untuk diawetkan melalui poses pemanasan serta pengasapan. Loteng panas ini berbetuk para-para yang berlubang-lubang memungkinkan asap panas dari bara api dapat mengurangkan kadar air pada biji tanaman sehingga dapat disimpan untuk waktu yang lama atau untuk ditanam pada awal musim tanam.
• Loteng untuk menyimpan makanan sehari-hari disebut Pedalolo yang letaknya mudah dijangkau oleh semua penghuhi rumah.
• Tahta atau Katendeng yaitu untuk duduk dan tidur penghuni rumah.
• Tempat untuk mengadakan pertemuan atau rapat di balai pertemuan yang disebut Tabola, yaitu pertemuan yang diadakan oleh warga satu keluarga ataupun untuk beberapa keluarga.
• Balai untuk pijakan kaki disebut Katonga tanah, yaitu balai untuk pijakan kaki sebelum memasuki rumah, bagi semua yang akan memasuki rumah Bale.
Filosofi
Filosofi arsitektur rumah tradisional Sumba atau rumah Bale bersumber dari filosofi masyarakat Sumba sendiri yang menyatukan dua alam berbeda, yaitu alam fisik dan alam gaib. Masyarakat adat Sumba membangun rumah-rumah adat atau rumah tradisional berdasarkan filosofi tentang tiga bagian alam, yaitu alam bawah untuk orang mati serta binatang-binatang, alam tengah untuk manusia, dan alam atas untuk dewa serta arwah para leluhur yang hidup sebagai satu kesatuan serta saling melengkapi.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Rumah Bale (Arsitektur Sumba). Revisi 30027908. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 30027908. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Rumah Bale (Arsitektur Sumba) sebagai bentuk atau tipologi arsitektur. Profil membahas konsep arsitektur dan variasinya dalam konteks Indonesia; bukan satu bangunan contoh atau klaim asal yang eksklusif.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-10-03T17:51:54Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Rumah Bale (Arsitektur Sumba) · revisi 30027908 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-10-03T17:51:54Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.