Rumah Belah Bubung
Rumah Belah Bubung adalah rumah adat dari Kepulauan Riau yang berada di Indonesia. Rumah Belah Bubung juga dikenal dengan nama Rumah Rabung atau Rumah Bubung Melayu. Konon, nama rumah ini diberikan oleh orang-orang asing yang datang ke Indonesia seperti Tiongkok atau Cina dan Belanda.
- Jenis objek
- Tipologi
- Fungsi
- Hunian (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Rumah Belah Bubung dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Tradisi arsitektur Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Rumah Belah Bubung
- Lokasi
- Tradisi arsitektur Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q19747539; ID1553163
- Klasifikasi sumber
- hunian · nomor ID1553163
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas tipologi arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: hunian. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Rumah Belah Bubung adalah rumah adat dari Kepulauan Riau yang berada di Indonesia. Rumah Belah Bubung juga dikenal dengan nama Rumah Rabung atau Rumah Bubung Melayu. Konon, nama rumah ini diberikan oleh orang-orang asing yang datang ke Indonesia seperti Tiongkok atau Cina dan Belanda. Orang Cina melihat ada kemiripan rumah tradisional Kepulauan Riau ini dengan rumah Klenting atau Kelenteng dan Limas.
Sedangkan bagi orang Melayu sendiri menyebut Rumah Belah Bubung karena pada umumnya rumah memiliki satu atap berbentuk limas atau bubung, sedangkan pada rumah adat Melayu Kepulauan Riau ini terdapat dua bubung, pertemuan kedua bubung itu membentuk celah atau seperti terbelah. Jika diamati rumah ini memiliki atap yang berbentuk seperti pelana kuda.
Dinamakan Rumah Belah Bubung karena bentuk atapnya terbelah dua oleh hubungannya. Disebut juga Rumah Perabung karena puncak atapnya menggunakan perabung.
Rumah Belah Bubung memiliki model rumah yang sama dengan rumah panggung. Layaknya rumah, tentu saja Rumah Belah Bubung memiliki tiga unsur dasar, selain tiang, dinding, dan bubungan itu sendiri.
Tiang adalah bagian penyangga unsur yang dapat membuat suatu rumah tegak berdiri. Rumah Belah Bubung menggunakan tiang yang terbuat dari kayu besar kokoh agar rumah dapat berdiri tegak.
Ada dua pengertian tiang pada rumah tipe panggung ini. Pertama, tiang-tiang yang dipancangkan ke tanah, perairan atau rawa yang dalam bahasa Melayu disebut tongkat atau cerocok. Tiang inilah yang akan menjadi pondasi bagi lantai rumah. Biasanya tingginya sekitar 2 meter dari permuakaan tanah atau permukaan air atau lumpur. Tiang cerocok ini bagian bawahnya terhujam ke dalam tanah atau air atau rawa dengan panjang yang bervariasi. Jika tanah tempat memasang tongkat keras, rata-rata ditanamkan 1-2 meter, jika pada tanah bungin (debu berpasir, banyak terdapat di pinggir sungai) 2 - 3 meter, jika pada air (di tepi sungai atau danau) sampai pada tanah paling keras di dasarnya. Begitu juga jika pada rawa harus dicucukkan sampai ketemu dasar rawa yang tidak bisa ditembus lagi. ditopang oleh beberapa tiang penyangga.
Kedua, tiang-tiang yang menjadi tiang bagi rumah itu sendiri. Tiang-tiang ini didirikan di atas lantai rumah. Sedangkan lantai dibangun di atas tiang tongkat atau cerocok.
Rumah induk terbagi menjadi 4 bagian yaitu selasar, ruang induk, ruang penghubung dapur, dan dapur. Sebenarnya mengapa atap atau bubung rumah ini ada dua, adalah karena atap/bubung yang pertama pada tumah induk (selasar dan ruang induk) dan atau/bubung yang kedua merupakan atap dapur. Atap pada ruang penghubung atara ruang induk dan dapur dibuat datar, sehingga berbentuk pelana kuda.
Selasar atau anjungan (teras) adalah ruang terbuka di bagian depan remah serupa teras atau balkon. Selasar biasanya dilengkapi dengan tempat duduk juga meja untuk menerima tamu.
Rumah induk adalah bagian dalam rumah yang mencakup ruang depan, ruang tengah, dan kamar. Dapur atau yang disebut penanggah adalah tempat memasak dan menyimpan berbagai peralatan. Dapur pada rumah khas Melayu juga digunakan untuk ruang makan dan menyimpan bahan makanan.
Rumah Belah Bubung memiliki bahan dasar yaitu kayu. Tentu saja kayu yang pakai adalah kayu-kayu kuat pilihan, tetapi disesuaikan dengan tempat berdirinya. Jika dibangun di atas tanah, biasanya menggunakan meranti, marsawa, sungkai dan sebagainya. Jika dibangun di atas air atau rawa biasanya menggunakan kempas, kruweng, dan sebagainya.
Jenis Rumah Belah Bubung
Abdul Malik dalam buku Lembaga Adat Melayu Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, menyebutkan bahwa Rumah Melayu Belah Bubung menurut kecuraman atapnya dibedakan menjadi rumah lipat pandan adalah rumah dengan atap yang curam, rumah lipat kajang memiliki atap yang landai, dan rumah atap layar (rumah ampar labu), memiliki dua atap yaitu atap yang curam dibagian atas, dan atap yang lebih landai dibagian bawahnya.
Berdasarkan arah atap terhadap jalan, Rumah Belah Bubung terbagi atas rumah dengan atap yang sejajar dengan arah jalan disebut dengan rumah perabung panjang dan rumah dengan atap yang bersilangan dengan arah jalan disebut dengan rumah perabung melintang.
Membangun Rumah
Proses pembangunan rumah biasanya mengikuti adat budaya dan tradisi Melayu dalam membangun rumah. Rangkain prosesi pembangunan rumah dengang melalui beberapa tahapan tersebut dipercaya menghindari pemilik rumah dari kesialan. Tahapan pembangunan rumah biasanya dimulai dari semah tanah, yaitu kenduri ritual memohon kepada Tuhan YME agar diizinkan menggunakan tempat itu sebagai tempat tinggal sekaligus meminta makhluk-makhluk lain yang lebih dahulu menghuni tempat itu agar pindah dan menyetujui kalau tempat itu akan dibangun tempat tinggal.
Tahapan selanjutnya memilih bahan bangunan, antara lain kayu, papan, bahan untuk atap dan sebagainya. Setelah itu keluarga besar dan masyarakat akan gotong royong dalam pemancangan tongkat/cerocok. Disini dilakukan semah kayu.
Pada saat tiang-tiang rumah dipasang, biasanya pada setiap sambungan tiang dengan kuda-kuda (rangka atap) diselipkan kain 3, 5 atau 7 warna. Ini melambangkan mengikuti perintah Tuhan. Setelah atap dipasang, pada tiang utama digantungkan pisang setandan. Pisang tersebut dipilih yang mengkal, maknanya agar kelak rumah ini penuh dengan limpahan rezeki dan keberkahan.
Tahapan terakhir adalah kenduri menempati rumah baru. Biasanya dalam bentuk bersama-sama membaca Surat Yasin, tahlil dan doa, diakhiri dengan makan bersama.
Ukuran rumah yang dibangun bergantung dari kemampuan ekonomi pemilik rumah serta kesepakatan keluarga besar. Semakin besar ukuran rumah ini memperlihatkan bahwa kemampuan ekonomi dari pemilik rumah adalah menengah ke atas dan menunjukkan memiliki saudare mare (sanak keluarga) yang besar atau banyak, tetapi semakin kecil rumah ini menunjukkan bahwa ekonomi pemilik rumah menengah ke bawah, meskipun saat ini ukuran rumah tidak terlalu melambangkan kekayaan justru pemilihan bahan dan finishing yang mengarah ke kemampuan ekonomi.
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Rumah Belah Bubung. Revisi 29321297. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29321297. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Rumah Belah Bubung sebagai bentuk atau tipologi arsitektur. Profil membahas konsep arsitektur dan variasinya dalam konteks Indonesia; bukan satu bangunan contoh atau klaim asal yang eksklusif.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2026-06-06T09:32:20Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Rumah Belah Bubung · revisi 29321297 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-06-06T09:32:20Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.