Rumah Jawa
Rumah adat Jawa adalah rumah tradisional yang dikenal dalam kebudayaan Jawa. Terdapat beberapa jenis rumah adat Jawa, baik yang terbagi berdasarkan wilayah maupun yang terbagi berdasarkan rancangan arsitekturnya.
- Jenis objek
- Tipologi
- Fungsi
- Hunian (kategori penelusuran)
- Masa tercatat
- Belum diringkas dari riwayat sumber
- Kondisi dan status
- Kondisi mutakhir belum dinilai
Identitas dan tapak
Rumah Jawa dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Tradisi arsitektur Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.
- Nama utama
- Rumah Jawa
- Lokasi
- Tradisi arsitektur Indonesia · Bangunan di Indonesia
- Nama lain dalam sumber
- Q13095510; ID196519
- Klasifikasi sumber
- hunian · nomor ID196519
- Dasar kondisi
- Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
Ruang dan fungsi
Profil ini membahas tipologi arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: hunian. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.
Membaca arsitektur
Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.
Deskripsi fisik dalam sumber
Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia
Pembuka
Rumah adat Jawa adalah rumah tradisional yang dikenal dalam kebudayaan Jawa. Terdapat beberapa jenis rumah adat Jawa, baik yang terbagi berdasarkan wilayah maupun yang terbagi berdasarkan rancangan arsitekturnya. Berbagai macam rumah adat Jawa biasanya dibedakan dari bentuk atapnya yang berdinding kayu atau gedeg (anyaman bambu besar), sedangkan di Ponorogo berdinding dan berlantai batu bata.
Jenis-jenis
Rumah Jawa yang dapat ditemukan saat ini adalah arsitektur tradisional Jawa yang berkembang sejak abad ke-15 pada masa Majapahit mengalami keruntuhan sehinga disederhanakan oleh Wali Songo,dalam lingkup wilayah ibu kota Wilwatikta terdapat pendopo keraton ri Wengker, Arsitektur keraton Majapahit mengadopsi dari gaya rumah Wengker yang sudah menggunakan batu bata sejak lama sehingga mudah dibentuk dan cepat dibangun sesuai keinginan dibandingkan menggunakan dasar batu andesit.
sehingga terdiri atas 5 tipe dasar (pokok) model arsitektur rumah tradisional Jawa yaitu:
Joglo
Joglo adalah nama rumah adat dan bentuk atap paling dikenal dari arsitektur Jawa. Rumah dengan model atap seperti ini umumnya digunakan oleh keluarga bangsawan.
Joglo Lawakan
Joglo Sinom
Joglo Jompongan
Joglo Pangrawit
Joglo Mangkurat
Joglo Hageng
Joglo Semar Tinandhu
Limasan
Limasan adalah model atap yang dikembangkan dari rumah kampung, tetapi digunakan oleh keluarga yang memiliki status lebih tinggi. Rancangan rumah dikembangkan ke empat sisi samping dari atap utama sehingga tampak seperti atap perisai.
Limasan Lawakan
Limasan Gajah Ngombe
Limasan Gajah Njerum
Limasan Apitan
Limasan Pacul Gowang
Limasan Cere Gancet
Limasan Trajumas
Limasan Gajah Mungkur
Limasan Klabang Nyander
Limasan Lambang Teplok
Limasan Semar Tinandu
Limasan Lambang Sari
Limasan Semar Pinondhong, contohnya Bangsal Kama, Kraton Cirebon
Kampung
Kampung Pokok
Kampung Trajumas
Kampung Pacul Gowang
Kampung Srotong
Kampung Cere Gancet
Kampung Gotong Mayit
Kampung Semar Pinondhong
Kampung Apitan
Kampung Gajah Njerum
Kampung Gajah Ngombe
Kampung Doro Gepak
Kampung Klabang Nyander
Kampung Jompongan Lambang Teplok Semar Tinandhu (untuk tobong kapur)
Kampung Lambang Teplok (untuk gudang genteng)
Panggang Pe
Rumah panggang pe diambil dari kata panggang dan pe (pepe, menjemur) yang pada zaman dahulu atapnya dimanfaatkan untuk menjemur hasil bumi.
Panggang Pe Pokok
Panggang Pe Trajumas
Panggang Pe Empyak Setangkep
Panggang Pe Gedhang Selirang
Panggang Pe Gedhang Setangkep
Panggang Pe Cere Gancet
Panggang Pe wujud kios
Panggang Pe Kodokan (jengki)
Panggang Pe Barengan
Tajugan
Atap tajugan juga dikenal dengan istilah mesjidan karena digunakan untuk bangunan masjid/rumah ibadah.
Mesjidan Cungkup Pokok
Mesjidan Lawakan (langgar)
Mesjidan Lambang Teplok, contoh: Bangsal Gianyar, Bali
Mesjidan payung agung (meru), susun 3 untuk rakyat biasa, 5 untuk keluarga raja, 7 untuk pangeran, 11 untuk raja, contoh Pamujaan Besakih, Bali
Tajug Tawon Boni, contoh: Bangsal Pajajaran
Tajug Tiang Satu Lambang Teplok, conto:h Masjid rakyat Gombong
Tajug Semar Sinongsong Lambang Teplok, contoh: Langgar Kecil Kraton Cirebon
Tajug Pendawa, contoh: Kraton Cirebon
Tajug Lambang Gantung, contoh: Bangsal Ponconiti Kraton Yogyakarta
Tajug Lambangsari, contoh: Bangsal Pertemuan para Wali, Gunung Sembung
Tajug Lawakan Lambang Teplok, contoh: Pasarean Suwargan, Imogiri
Tajug Semar Tinandhu, Dukuh, Yogyakarta
Tajug Semar Sinongsong Lambang Gantung, contoh: Masjid Soko Tunggal (gabungan Pajajaran dan Sultan Agungan, Taman, Kraton Yogyakarta)
Tajug Ceblokan Lambang Teplok, Masjid Agung Yogyakrata
Tajug Mangkurat, Bangsal Witono, Kraton Yogyakarta
Tajug Sinom Semar Tinandhu, Lawang Sanga-sanga, Kraton Cirebon
Pihak dan peran
Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.
Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.
Riwayat perubahan
Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.
Ukuran dan sistem
Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.
Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.
Dokumentasi dan sumber
Edisi sumber dan hak penggunaan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Rumah Jawa. Revisi 27717871. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗
Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.
Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 27717871. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.
Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Rumah Jawa sebagai bentuk atau tipologi arsitektur. Profil membahas konsep arsitektur dan variasinya dalam konteks Indonesia; bukan satu bangunan contoh atau klaim asal yang eksklusif.
Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.
Tanggal atau versi data sumber: 2025-08-24T00:18:16Z.
- Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
- Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.
Dasar informasi
- Wikipedia bahasa Indonesia · Rumah Jawa · revisi 27717871 ↗Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-08-24T00:18:16Z
Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.
Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.