Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R602751116
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID2751116. Asal dan lisensi uraian
TipologiNusa Tenggara Timur, IndonesiaARS-R602751116

Rumah musalaki

Rumah musalaki di Ende atau Uma Manaran yakni Umanetan Rimean di Belu adalah contoh rumah adat atau rumah tradisional yang banyak dijumpai di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Dasar informasi:[1]
Jenis objek
Tipologi
Fungsi
Hunian (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Rumah musalaki dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Rumah musalaki sebagai bentuk atau tipologi arsitektur. Profil membahas konsep arsitektur dan variasinya dalam konteks Indonesia; bukan satu bangunan contoh atau klaim asal yang eksklusif. Profil mengikuti lingkup konsep atau elemen yang dijelaskan sumber; tidak dihitung sebagai satu bangunan individual.
Nama utama
Rumah musalaki
Lokasi
Nusa Tenggara Timur, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q65213907; ID2751116
Klasifikasi sumber
hunian · nomor ID2751116
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas tipologi arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: hunian. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Rumah musalaki di Ende atau Uma Manaran yakni Umanetan Rimean di Belu adalah contoh rumah adat atau rumah tradisional yang banyak dijumpai di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Rumah ini sendiri menjadi lambang dari provinsi Nusa Tenggara Timur. Rumah adat ini sendiri merupakan tempat tinggal khusus bagi kepala suku dari beberapa suku di provinsi Nusa Tenggara Timur. Karena sudah menjadi lambang dari provinsi, saat ini desain bangunan pemerintahan seperti kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten di Nusa Tenggara Timur mayoritas mengadopsi konsep dari rumah musalaki, serta di beberapa wilayah rumah ini sudah dihuni oleh masyarakat pada umumnya.

Etimologi

Rumah Musalaki aslinya merupakan rumah adat dari masyarakat suku Ende Lio, karena nama Musalaki sendiri diambil dari kata dalam bahasa Ende Lio yaitu mosa yang berarti ketua dan laki yang berarti adat, yang jika digabungkan artinya adalah "ketua adat" atau "kepala suku", jadi rumah Musalaki adalah rumah yang menjadi tempat tinggal bagi tetua atau kepala suku dalam masyarakat suku Ende Lio. Rumah Adat Musalaki mempunyai bentuk persegi empat dengan atap yang menjulang tinggi sebagai simbol kesatuan dengan sang pencipta. Bentuk atap tersebut diyakini menyerupai layar perahu sebagaimana cerita dalam masyarakat setempat mengenai nenek moyang dari Suku Ende Lio yang sudah terbiasa menggunakan perahu. Pada bagian atas atap terdapat dua ornamen yang memiliki simbol yaitu kolo Musalaki (kepala rumah keda) dan kolo ria (kepala rumah besar) di mana diyakini kedua bangunan memiliki hubungan spiritual.

Fungsi

Sesuai dengan namanya, fungsi utama dari rumah Musalaki adalah sebagai tempat tinggal bagi ketua adat atau kepala suku, khususnya bagi suku Ende Lio. Selain berfungsi sebagai rumah tinggal kepala suku, rumah adat ini juga sering digunakan sebagai tempat ritual upacara adat, kegiatan musyawarah adat, dan berbagai macam kegiatan adat lainnya.

Struktur Bagian Bawah

Struktur bagian bawah rumah Musalaki terdiri dari struktur pondasi dan struktur lantai. Struktur ini dijabarkan sebagai berikut:

Struktur Pondasi Kuwu Lewa: Struktur pondasi pada bangunan rumah Musalaki menggunakan bahan batu lonjong yang dipasang berdiri secara vertikal. dalam bahasa Ende Lio, pondasi disebut leke lewu yang memiliki arti tiang kolom. Bentuk dari pondasi rumah Musalaki yang unik yaitu kolom bangunannya diletakkan diatas sebuah batu datar yang sudah terbentuk di alam. Manfaat pembuatan struktur pondasi tersebut adalah untuk menghindari keretakan pada kolom bangunan pada saat terjadi situasi tak terduga seperti gempa dan bencana alam lainnya, sedangkan lantai dibuat seperti panggung bertujuan untuk memungkinkan sirkulasi udara dari bawah lantai dapat berjalan baik, sehingga dapat mengatasi dan menghindari kelembapan pada lantai bangunan rumah Musalaki.

Struktur Maga: Struktur lantai rumah adat Musalaki dalam bahasa Ende Lio biasa disebut maga. Maga terbuat dari bilah papan yang disusun sejajar dengan sistem satu arah. Struktur lantai pada Musalaki terdiri dari dua bagian yaitu lantai tenda teo (teras gantung) dan lantai koja ndawa (lantai ruang dalam), yang menjadi pembeda antara keduanya adalah perbedaan tinggi lantai tersebut. Tujuan pembuatan lantai dari bilah papan ini adalah agar udara yang melewati kolong rumah dapat masuk ke ruang atas, sama seperti penjelasan pada bagian pondasi sebelumnya. Selain itu dengan menggunakan lantai papan, tingkat kelembapan di dalam bangunan juga akan berkurang, mengingat ketinggian lantai rumah ini tidak seperti rumah adat lain pada umumnya yaitu berkisar antara 60 hingga 100 sentimeter dari permukaan tanah.

Struktur Bagian Atas

Struktur bagian atas rumah Musalaki terdiri dari struktur atas lantai dan struktur atap. Struktur ini dijabarkan sebagai berikut:

Struktur Wisu: Struktur atas lantai rumah adat Musalaki dalam bahasa Ende Lio biasa disebut wisu atau tiang kolom. Struktur ini mempunyai empat buah wisu penyangga yang ditopang dari isi ine wawo (balok kayu palang bagian atas) yang memiliki panjang 400 cm yang ditopang oleh isi mbasi (balok kayu palang bagian bawah) yang panjangnya 450 cm . Bangunan Musalaki tidak mempunyai dinding pembatas ruang. Tinggi masing-masing wisu bangunan Musalaki adalah sekitar 120 cm di mana masing-masing wisu memiliki bentuk yang berbeda. Wisu berbentuk bulat di bagian bawah dan bagian atasnya berbentuk menyerupai sebuah kerucut segi empat. Masing–masing wisu mempunyai ciri khas ukiran yang mempunyai filasofi bagi masyarakat Suku Ende Lio. Antara tiang kolom samping kanan dan samping kiri Musalaki terdapat leke raja yaitu satu tiang badan rumah yang panjangnya 120 cm, terletak di bagian tengah yang menghubungkan dengan tiang mangu (tiang nok) yang panjangnya 450 cm untuk menahan bubungan yang membentuk atap rumah yang diikat oleh isi mbasi wawo (balok kayu palang bagian atas) yang memliki panjang 650 cm. Untuk rumah Musalaki tiang leke raja dan tiang mangu menjadi satu tiang dan kayu palang menghubungkan tiang mangu yaitu saka ubu (bubungan), kedua tiang leke raja ini dipasang dengan menggunakan seremonial adat Suku Ende Lio. Pada tiang leke raja dan mangu mempunyai seni ukiran simbol binatang reptil dan binatang lainnya.

Struktur Atap: Merupakan struktur paling atas dari rumah Musalaki. Tiang mangu pada bagian struktur rangka atap Musalaki berfungsi sebagai pembentuk struktur kuda–kuda yang dihubungkan dengan saka ubu. Struktur kuda–kuda pada bagian rangka atap Musalaki disebut jara yang merupakan kayu palang yang menghubungkan antara ujung tiang mangu atau leke raja untuk membentuk bubungan atap Musalaki. Pada bagian struktur atap terdapat pella yang merupakan kayu palang untuk membentuk sudut bubungan yang menghubungkan tiang mangu atau leke raja dengan tiang wisu. Pada bagian rangka atap terdapat lare serta eba (gording) yang terbuat dari bilah bambu yang panjang dan letaknya sejajar dengan gola yang merupakan kayu palang berbentuk persegi sebagai penyangga kuda–kuda dan pella, jaraknya berdekatan atau disesuaikan dengan ngu ki (alang-alang penutup atap). Dan yang terakhir yang paling atas adalah ate ubu (puncak atap) yang bahannya adalah nao (ijuk) sebagai pengikat dan ki (alang-alang) yang dipasang secara selang-seling dari bawah ke atas.

Sao Ata Mosa Lakitana

Sao Ata Mosa Lakitana adalah salah satu rumah adat atau rumah tradisional yang juga berasal dari provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Rumah ini beberapa kali kerap disalahartikan sebagai rumah Musalaki, padahal terdapat banyak perbedaan di antara kedua rumah ini. Hal ini disebabkan nama dari Sao Ata Mosa Lakitana juga terdapat kata mosa dan laki, sama seperti asal dari kata rumah Musalaki. Sao Ata Mosa Lakitana sendiri merupakan rumah adat asli dari Timor. Berbeda dengan rumah Musalaki yang berbentuk panggung, Sao Ata Mosa Lakitana mempunyai bentuk seperti bulat telur dan tanpa tiang. Di dalam rumah adat ini terdapat suatu tempat suci untuk arwah nenek moyang yang pada saat-saat tertentu selalu diberi sesaji.

Berbeda dengan rumah Musalaki, bentuk bangunan Sao Ata Mosa Lakitana dibedakan dalam 3 bentuk yang didasarkan pada model atapnya, yaitu berjoglo yang merupakan rumah adat suku Sumba, kerucut bulat yang merupakan rumah adat suku Timor, dan atap seperti perahu terbalik yang merupakan rumah adat suku Rote. Tidak hanya suku Rote, masyarakat suku Sabu yang berada di Kabupaten Sabu Raijua juga menggunakan konsep atap perahu terbalik dari Sao Ata Mosa Lakitana dan memiliki nilai filosofis tersendiri. Mayoritas masyarakat suku Sabu yang berprofesi pelaut ulung membangun rumahnya menyerupai perahu yang memiliki hubungan erat dengan kebudayaan serta kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh atap yang berbentuk perahu terbalik, menandakan bahwa masyarakat daerah ini mengenal perahu dan lau sebagai alamnya. Hampir seluruh bagian rumah diberi nama dari bagian perahu seperti haluan, anjungan (duru), dan buritan (wui). Duru merupakan bagian yang diperuntukkan bagi kaum laki-laki, sedangkan Wui bagian yang diperuntukkan bagi kaum perempuan. Sementara di wilayah perkampungannya, rumah adat dari suku Sabu dibedakan menjadi dua. Kedua rumah tersebut adalah ammu kelaga atau rumah adat berpanggung, dan ammu laburai atau rumah adat berdinding tanah. Ammu kelaga sendiri merupakan bentuk bangunan rumah adat suku Sabu asli yang mempunyai lantai panggung difungsikan sebagai balai-balai dan disebut sebagai "kelaga". Bangunan ini mempunyai bentuk persegi panjang dengan atap yang lancip dan mirip dengan perahu terbalik. Tiangnya berbentuk bulat terbuat dari kayu pohon lontar, kayu enau, kayu hitam, atau kayu besi. Lantai panggungnya memiliki tiga tingkatan, yakni kelaga rai (panggung tanah), kelaga ae (panggung besar), dan kelaga dammu (panggung loteng) yang mencerminkan kepercayaan masyarakat suku Sabu adanya tingkatan dunia, yakni dunia bawah (dunia arwah), dunia tengah (dunia manusia), dan dunia atas (dunia para dewa).

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.

05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Rumah musalaki. Revisi 28646369. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 28646369. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Rumah musalaki sebagai bentuk atau tipologi arsitektur. Profil membahas konsep arsitektur dan variasinya dalam konteks Indonesia; bukan satu bangunan contoh atau klaim asal yang eksklusif.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2025-11-30T18:41:54Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Rumah musalaki · revisi 28646369 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2025-11-30T18:41:54Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi