Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R602775848
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID2775848. Asal dan lisensi uraian
TipologiSumatera Selatan, IndonesiaARS-R602775848

Rumah Rakit

Rumah Rakit adalah rumah adat yang berbentuk rumah apung yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan. Rumah rakit merupakan salah satu rumah tertua di Provinsi Sumatera Selatan, diperkirakan sudah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya.

Dasar informasi:[1]
Jenis objek
Tipologi
Fungsi
Hunian (kategori penelusuran)
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Rumah Rakit dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Sumatera Selatan, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Rumah Rakit sebagai bentuk atau tipologi arsitektur. Profil membahas konsep arsitektur dan variasinya dalam konteks Indonesia; bukan satu bangunan contoh atau klaim asal yang eksklusif. Profil mengikuti lingkup konsep atau elemen yang dijelaskan sumber; tidak dihitung sebagai satu bangunan individual.
Nama utama
Rumah Rakit
Lokasi
Sumatera Selatan, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q65213575; ID2775848
Klasifikasi sumber
hunian · nomor ID2775848
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas tipologi arsitektur. Kategori fungsi untuk penelusuran: hunian. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Rumah Rakit adalah rumah adat yang berbentuk rumah apung yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan. Rumah rakit merupakan salah satu rumah tertua di Provinsi Sumatera Selatan, diperkirakan sudah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Rumah rakit dibangun di atas rakit dan mengapung di sepanjang pinggiran Sungai Musi, Sungai Ogan, dan Sungai Komering. Supaya tidak hanyut terbawa arus, rumah diikat pada sebuah serdang (penambat).

Struktur

Rumah rakit mempunyai bentuk persegi panjang, rumah ini dibangun di atas susunan balok kayu atau bambu, sedangkan lantai rumah dibuat menggunakan bahan papan.Untuk menjaga lantai rumah tetap kering, maka di atas balok kayu atau rangkaian bambu diberi alas berupa papan yang disusun berjajar. Untuk membuat rumah mengapung, di bagian bawah ditopang dengan lanting. Lanting adalah kumpulan batang bambu yang diikat menjadi satu, satu lanting terdiri dari 100 bambu. Untuk rumah dengan rukuran 9x12 m, diperlukan 7 lanting. Agar bangunan rumah Rakit tidak berpindah-pindah tempat, keempat sudutnya dipasang tiang yang kokoh. Bangunan diikat dengan menggunakan tali besar yang terbuat dari rotan dan diikatkan pada sebuah tonggak yang ada di tebing sungai. Atap rumah rakit memiliki bentuk pelana dengan menggunakan bahan daun nipah, alang-alang (ijuk) yang diikat dengan tali rotan.

Rumah rakit terdiri dari 2 ruangan, Ruangan depan digunakan untuk tempat menerima tamu dan tempat kegiatan sehari-hari, sedangkan ruang belakang berfungsi sebagai tempat tidur. Dapur, jika berada dalam satu bangunan, biasanya berada di sisi luar ruang tidur. Namun, terkadang ruangan untuk dapur dibangun terpisah. Pintu pada rumah rakit bisanya ada dua, satu menghadap ke sungai dan yang satunya lagi menghadap ke daratan. Jendelanya, biasanya, berada pada sisi kiri dan kanan dinding rumah Rakit, tetapi ada juga yang berada di sisi kanan dan kiri pintu masuk rumah. Pada bagian depan depan rumah terdapat jembatan penghubung yang berupa sekeping papan atau rangkaian bambu. Rumah Rakit pada dasarnya tidak mempunyai hiasan-hiasan, hanya saja pada rumah Rakit modern dihiasi ukiran timbul khas Palembang (berupa stilisasi daun dan kembang) dengan warna merah hati dan emas yang mencolok.

Semakin Langka

Pada saat ini, jumlah rumah rakit semakin hari semakin sedikit, di antaranya disebabkan oleh perubahan pola pikir manusia dan keterbatasan bahan-bahan untuk membuat rumah Rakit, semakin banyak penduduk yang lebih memilih membangun rumah di darat disebabkan biaya pembangunan yang lebih murah, serta terbatasnya lahan untuk menempatkan dan mengikat rumah. Selain itu, rumah Rakit juga dianggap sebagai sumber pencemaran sungai karena penghuninya membuang sampah dan kotoran langsung ke sungai, hal ini menjadi salah satu alasan untuk menggusur keberadaan rumah Rakit.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Sejarah

Kota Palembang memiliki letak yang strategis sehingga menjadikannya sebagai pusat kekuatan politik dan ekonomi pada wilayah Asia Tenggara. Sejak dahulu, Palembang banyak didatangi pelaut dan pedagang asing, seperti Tiongkok, Arab dan Persia. Pada masa Kesultanan Palembang, para pendatang tersebut tidak diperbolehkan untuk membangun rumah di darat. Kecuali bangsa Arab dan pendatang muslim yang memiliki kedekatan dengan Kesultanan Palembang. Bentuk dari rumah-rumah menggambarkan kelompok-kelompok masyarakatnya. Rumah panggung hanya bisa dihuni oleh penduduk asli.

Pendatang hanya diperbolehkan membangun rumah di atas rakit, hal ini karena kebijakan yang dibuat pada masa Kesultanan Palembang yang bernuansa politik. kewajiban bagi pendatang untuk tinggal di rumah rakit memudahkan bagi penguasa untuk mengontrol mobilitas warga asing. Pemisahan yang jelas antara penduduk asli dengan pendatang dapat mempermudah penguasa dalam melakukan hukuman terhadap pendatang. Apabila terdapat pendatang yang melakukan tindakan kriminal atau melanggar hukum, penguasa akan memberi perintah untuk melepaskan tambatan pada rumah rakit sehingga rumahnya hanyut terbawa arus sungai.

Fungsi rumah rakit selain tempat tinggal, banyak digunakan juga sebagai penginapan, gudang, dan tempat berdagang. Orang China yang umumnya bermata pencaharian sebagai pedagang banyak menggunakan rumah rakit sebagai sarana untuk berdagang. Selain itu, rumah rakit digunakan juga sebagai sarana transportasi bagi penghuninya, rumah ini dapat memudahkan penghuninya melakukan perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain. Setelah Kesultanan Palembang ditaklukkan oleh Belanda, rumah rakit tidak lagi menjadi tempat yang terpinggirkan. Para pendatang yang sebelumnya harus tinggal di rumah rakit mulai banyak yang pindah membangun rumah di daratan.

Pembangunan

Pembangunan rumah Rakit secara garis besar terdiri dari tiga tahap, yaitu: pembangunan bagian bawah, bagian tengah, dan bagian atas. Bagian bawah dari rumah Rakit merupakan bagian terpenting, bagian ini menentukan kokoh tidaknya rumah Rakit. Hal pertama yang dilakukan adalah pemilihan kayu dan bambu yang cukup tua dengan diameter tertentu. Kayu dan bambu ini saling diikatkan satu sama lain lalu diikatkan dengan sebuah pasak, yang kemudian akan digunakan sebagai pondasi rumah rakit. Fungsinya adalah sebagai alat untuk membuat rumah rakit terapung. Kayu dan bambu yang digunakan harus memiliki serat yang cukup padat karena berhubungan langsung dengan air, selain itu juga untuk menghindari cacat pada kayu dan bambu. Tiang-tiang rumah rakit terbuat dari kayu tembesu, hal ini karena kayu tembesu memiliki kualitas yang paling baik. Setelah pembuatan bagian bawah Rumah Rakit selesai, yang ditandai dengan keberadaan lanting, maka proses selanjutnya adalah pemasangan sako. Sako ditegakkan di atas alang yang berada pada bagian atas lanting. Namun sebelum ditegakkan, sako terlebih dahulu diberi putting dan dilanjutkan dengan pemasangan alang pajang, pemasangan jenang, pemasangan sento-sento, pemasangan dinding rakit, serta pemasangan pintu dan jendela dan ruangan dapur. Bagi keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke atas, dinding dan lantai rumahnya menggunakan kayu tembesu. Beberapa rumah rakit menggunakan bambu yang telah dicacah dan direntangkan yang kemudian digunakan sebagai bahan pembuatan dinding rumah, bahan bambu biasanya digunakan oleh keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Tahap selanjutnya sebagai tahap akhir adalah pembangunan bagian atas yang ditandai dengan pemasangan alang panjang, kasau, dan atap. Bagian atas rumah rakit menggunakan kayu seru karena kayu seru memiliki kualitas tahan tarik yang cukup tinggi. Rumah rakit menggunakan bahan yang dapat terapung di atas permukaan air, sehingga membuat ketinggian rumah rakit akan mengikuti tingkat ketinggian permukaan air sungai.

Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.

05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Rumah Rakit. Revisi 29874325. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29874325. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Rumah Rakit sebagai bentuk atau tipologi arsitektur. Profil membahas konsep arsitektur dan variasinya dalam konteks Indonesia; bukan satu bangunan contoh atau klaim asal yang eksklusif.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-18T03:44:45Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Rumah Rakit · revisi 29874325 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-18T03:44:45Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi