Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R601512205
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID1512205. Asal dan lisensi uraian
TipologiTradisi arsitektur IndonesiaARS-R601512205

Siwaluh Jabu

Siwaluh Jabu (disebut juga sebagai Siwaloh Jabu) adalah bentuk rumah tradisional masyarakat Suku Batak Karo. Siwaluh Jabu merupakan rumah tinggal orang-orang Suku Batak Karo pada zaman dahulu.

Dasar informasi:[1]
Jenis objek
Tipologi
Fungsi
Fungsi mengikuti uraian sumber
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Siwaluh Jabu dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Tradisi arsitektur Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Siwaluh Jabu sebagai bentuk atau tipologi arsitektur. Profil membahas konsep arsitektur dan variasinya dalam konteks Indonesia; bukan satu bangunan contoh atau klaim asal yang eksklusif. Profil mengikuti lingkup konsep atau elemen yang dijelaskan sumber; tidak dihitung sebagai satu bangunan individual.
Nama utama
Siwaluh Jabu
Lokasi
Tradisi arsitektur Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q18359202; ID1512205
Klasifikasi sumber
fungsi yang dibahas sumber · nomor ID1512205
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas tipologi arsitektur. Fungsi ruang mengikuti uraian sumber. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Siwaluh Jabu (disebut juga sebagai Siwaloh Jabu) adalah bentuk rumah tradisional masyarakat Suku Batak Karo. Siwaluh Jabu merupakan rumah tinggal orang-orang Suku Batak Karo pada zaman dahulu. Siwaluh Jabu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Suku Batak Karo.

Selain Siwaluh Jabu (rumah paling dominan suku Batak Karo), rumah adat Suku Batak Karo juga memiliki beberapa jenis rumah lainnya, yakni Rumah Siempat Jabu bernama "Rumah Ketek" di Desa Dokan, Rumah Sisepuluh Jabu di Desa Lingga, Rumah Sisepuluh Dua (12) Jabu di Juhar, dan yang terbesar dan sudah tidak ada lagi, Rumah Sisepuluh Enem (16) Jabu yang dahulu pernah ada di Kabanjahe.

Setiap jumlah keluarga atau Jabu berpengaruh pada jumlah dapur atau tungku di dalam rumah adat dan penamaannya. Satu tungku dipakai oleh 2 keluarga, sehingga jikalau terdapat 8 keluarga yang tinggal, maka terdapat 4 tungku di dalamnya, sehingga dinamakan Rumah Siwaluh Jabu. Jika terdapat 10 keluarga, maka terdapat 5 tungku sehingga dinamakan Rumah Sisepuluh Jabu, dan sebagainya. Tungku digunakannya untuk memasak atau sebagai penghangat saat malam yang dingin di pegunungan.

Jenis-jenis

Siwaluh Jabu dibagi menurut bentuk atapnya dan dindingnya. Adapun jenis-jenis Siwaluh Jabu menurut atapnya adalah sebagai berikut:

Rumah Sianjung-anjung. Rumah Sianjung-anjung adalah rumah bermuka empat atau lebih, yang dapat juga terdiri atas satu atau dua tingkat dan diberi tanduk.

Rumah Mecu. Rumah Mecu adalah rumah yang bentuknya sederhana. Rumah mecu memiliki muka dua dan sepasang tanduk.

Rumah Adat Karo juga memiliki semacam mahkota berbentuk rumah kecil di atasnya yang dinamakan Tersek atau Anak Tersek. Terkadang mereka menambahkan semacam mahkota kecil lagi yang berbentuk seperti piramida kecil di atas Tersek yang dinamakan Pio-Pio. Adapun jenis-jenis Siwaluh Jabu menurut dindingnya adalah sebagai berikut:

Rumah Sangka Manuk. Rumah Sangka Manuk adalah rumah yang dindingnya dibuat dari balok tindih-menindih.

Rumah Sendi. Rumah sendi adalah rumah yang tiang rumahnya dibuat berdiri dan satu sama lain dihubungkan dengan balok-balok. Dalam nyanyian Karo, rumah ini sering juga disebut Rumah Sendi Gading Kurungen Manik. Rumah adat Karo didirikan berdasarkan arah kenjahe (hilir) dan kenjulu (hulu), sesuai aliran air pada suatu kampung.

Jenis-jenis jabu yang menempati Siwaluh Jabu

Di dalam Siwaluh Jabu, terdapat jabu (keluarga) yang menempatinya. Adapun jabu yang menempati Siwaluh Jabu tersebut dibagi dalam beberapa jenis, yaitu:

Jabu benana kayu. Jabu banana kayu terletak di jabu jahe. Biasanya letaknya sebelah kiri jambur. Jabu ini dihuni oleh para keturunan pendiri kampung. Fungsi jabu ini adalah sebagai pemimpin rumah adat.

Jabu ujung kayu. Jabu ini letaknya sesuai arah kenjulu air. Jabu ini ditempati oleh anak beru kuta atau anak beru dari jabu benana kayu. Fungsi jabu ini adalah sebagai juru bicara jabu bena kayu.

Jabu lepar benana kayu. Jabu ini di arah kenjahe (hilir). Letak jabu ini sebelah kanan kenjahe desa. Penghuni jabu ini adalah sembuyak dari jabu benana kayu. Fungsinya adalah untuk mendengarkan berita-berita yang terjadi di luar rumah dan menyampaikan hal itu kepada jabu benana kayu. Oleh karena itu, jabu ini disebut jabu sungkun berita (sumber informasi).

Jabu lepar ujung kayu (mangan-minem). Letaknya di bagian kenjulu (hulu) jambur. Jabu ini ditempati oleh kalimbubu jabu benana kayu. Oleh karena itu, jabu ini disebut jabu si mangan-minem.

Jabu sedapuren benana kayu (peninggel-ninggel) Jabu ini ditempati oleh anak beru menteri dari rumah si mantek kuta (jabu benana kayu), dan sering pula disebut jabu peninggel-ninggel. Dia ini adalah anak beru dari ujung kayu.

Jabu sidapuren ujung kayu (rintenteng). Ditempati oleh sembuyak dari ujung kayu, yang sering juga disebut jabu arinteneng. Tugasnya adalah untuk engkapuri belo, menyerahkan belo kinapur (persentabin) kepada tamu jabu benana kayu tersebut. Oleh karena itu, jabu ini disebut juga jabu arinteneng.

Jabu sedapuren lepar ujung kayu (bicara guru). Dihuni oleh guru (dukun) atau tabib yang mengetahui berbagai pengobatan. Tugasnya mengobati anggota rumah yang sakit.

Jabu sedapuren lepar benana kayu dihuni oleh puang kalimbubu dari jabu benana kayu. Tujuan dari jabu ini adalah meminta persetujuan terakhir dari puang kalimbubu.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Riwayat dalam arsip sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Tahap pembangunan

Dalam mendirikan Siwaluh Jabu, ada beberapa tahap yang harus dipenuhi. Tahap-tahap ini pula dilakukan secara teratur dan tidak boleh melepaskan salah satu tahapannya. Adapun tahap-tahap mendirikan siwaluh jabu adalah sebagai berikut:

Padi-padiken tapak rumah

Para keluarga mencari dan memutuskan letak pendirian rumah ini. Setelah itu, diadakan acara adat padi-padiken tapak rumah. Tujuan dari acara adat ini adalah untuk mengetahui apakah letak yang dipilih mendatangkan kebaikan atau malapetaka. Biasanya pada tahap ini dipanggilah seorang guru si baso (dukun) untuk mengetahui hal itu. Jika letak yang dipilih dianggap kurang baik, maka guru si baso akan membantu mencarikan letak yang baik bagi pendirian rumah siwaluh jabu.

Ngempak

Pada tahap ini, para keluarga beserta guru si baso menentukan tanggal yang baik untuk pencarian kayu-kayu di hutan. Biasanya, guru si baso juga ikut dalam pemilihan kayu yang baik untuk pendirian siwaluh jabu. Jika sudah ditetapkan tanggal dan jenis kayu yang baik, maka para keluarga menebang kayu-kayu tersebut.

Ngerintak kayu

Setelah penebangan kayu, maka para anggota keluarga membagikan sirih kepada setiap warga desanya. Pembagian sirih ini adalah suatu bentuk permohonan dari keluarga untuk membantu mereka membawa kayu-kayu tersebut ke tengah desa. Biasanya, setelah pemindahan kayu selesai, dilakukanlah makan bersama.

Pebelit-belitken

Pada tahap ini, para anggota keluarga, rakut sitelu, dan tukang-tukang yang akan mengerjakan berkumpul di rumah kalimbubu si pemilik rumah. Topik pembicaraannya adalah gaji para tukang, lama pendirian, dan apa yang menjadi tanggung jawab pemilik rumah.

Mahat

Pada tahap ini, para tukang melakukan pembersihan kayu dan mahat (membuat lubang). Mula-mula tukang ahli memberi petunjuk, lalu dilajutkan oleh guru si baso dan dilanjutkan oleh pekerja lainnya.

Ngampeken tekang

Setelah proses pendirian pondasi dan pendirian tiang di atas pondasi, maka pekerjaan para tukang dianggap setengah jadi. Tahapan pun dilanjutkan dengan ngampeken tekang. Tujuan dari tahap ini adalah menghimbau para anggota keluarga dan penduduk desa untuk membantu para tukang memasangkan balok kayu di atas tiang-tiang tersebut.

Ngampeken ayo

Tahapan pun dilanjutkan dengan pemasangan ayo. Ayo adalah bagian depan dari atau rumah adat Karo. Biasanya terbuat dari anyaman bambu berbentuk segitiga dan diberi corak tersendiri dengan cat.

Memasang tanduk

Siwaluh Jabu tidak akan lengkap tanpa pemasangan tanduk kerbau di puncak atapnya. Pemasangan ini biasanya dilakukan oleh tukang di malam hari. Sambil memasang, tukang tersebut mengucapkan kata-kata yang tidak boleh dilupakan. Kata-katanya berbunyi demikian: Adi muas kam, minemken ku lawit simbelang. Adi melihe kam, nggagat kam ku deleng si meratah. (Jika kamu haus, minumlah air dari lautan yang luas. Jika kamu lapar, makanlah di gunung yang hijau). Pengucapan kata-kata ini diyakini sebagai mantra agar keluarga yang menempatinya terhindar dari malapetaka.

Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.

05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Siwaluh Jabu. Revisi 30042768. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 30042768. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Siwaluh Jabu sebagai bentuk atau tipologi arsitektur. Profil membahas konsep arsitektur dan variasinya dalam konteks Indonesia; bukan satu bangunan contoh atau klaim asal yang eksklusif.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-10-08T01:39:22Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Siwaluh Jabu · revisi 30042768 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-10-08T01:39:22Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi