Arsitektur.
bagian dari ensiklopedia.online
ARS-R602750933
Adaptasi ensiklopedia kolaboratif · ringkasan berbahasa Indonesia dan teks sumber berbahasa Indonesia. Identitas dan rujukan berasal dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia, nomor ID2750933. Asal dan lisensi uraian
TipologiBanten, IndonesiaARS-R602750933

Sulah nyanda

Sulah Nyanda (aksara Sunda: ᮞᮥᮜᮂ ᮑᮔ᮪ᮓ) adalah rumah adat orang Badui yang berada di Provinsi Banten. Disebut sulah nyanda, karena atapnya terbuat dari daun nipah yang dikeringkan. Nyanda dalam bahasa Sunda memiliki arti sikap bersandar, sandarannya tidak lurus melainkan agak merebah ke belakang.

Dasar informasi:[1]
Jenis objek
Tipologi
Fungsi
Fungsi mengikuti uraian sumber
Masa tercatat
Belum diringkas dari riwayat sumber
Kondisi dan status
Kondisi mutakhir belum dinilai
01

Identitas dan tapak

Sulah nyanda dicatat dalam lingkup Indonesia. Lokasi yang dinyatakan sumber: Banten, Indonesia. Lokasi Indonesia didukung pernyataan negara pada identitas Wikidata yang dicocokkan dengan artikel sumber.

Dasar informasi:[1]
Lingkup profil: Artikel sumber mengidentifikasi Sulah nyanda sebagai bentuk atau tipologi arsitektur. Profil membahas konsep arsitektur dan variasinya dalam konteks Indonesia; bukan satu bangunan contoh atau klaim asal yang eksklusif. Profil mengikuti lingkup konsep atau elemen yang dijelaskan sumber; tidak dihitung sebagai satu bangunan individual.
Nama utama
Sulah nyanda
Lokasi
Banten, Indonesia · Bangunan di Indonesia
Nama lain dalam sumber
Q65213921; ID2750933
Klasifikasi sumber
fungsi yang dibahas sumber · nomor ID2750933
Dasar kondisi
Tidak dilakukan survei fisik. Uraian dan kategori artikel tidak otomatis menjadi penetapan warisan atau bukti kondisi saat ini.
02

Ruang dan fungsi

Profil ini membahas tipologi arsitektur. Fungsi ruang mengikuti uraian sumber. Penggunaan ruang dan perubahannya dapat dibaca dalam teks sumber terpilih. Kategori ini tidak memastikan fungsi operasional saat ini.

Dasar informasi:[1]

Membaca arsitektur

Uraian sumber mencakup bentuk dan susunan tingkat, bahan bangunan, pintu, jendela, atau gerbang, ornamen atau relief, susunan ruang, atap atau kubah, tiang atau struktur penyangga, dinding atau fasad. Baca rincian bentuk dan ruang bersama keterangan fase dalam artikel sumber. Unsur-unsur itu dapat berasal dari masa yang berbeda. Teks terpilih tersedia di bawah untuk menelusuri dasar informasinya.

Dasar informasi:[1]

Deskripsi fisik dalam sumber

Teks dari Arsitektur Indonesia · Wikipedia · bahasa Indonesia

Pembuka

Sulah Nyanda (aksara Sunda: ᮞᮥᮜᮂ ᮑᮔ᮪ᮓ) adalah rumah adat orang Badui yang berada di Provinsi Banten. Disebut sulah nyanda, karena atapnya terbuat dari daun nipah yang dikeringkan. Nyanda dalam bahasa Sunda memiliki arti sikap bersandar, sandarannya tidak lurus melainkan agak merebah ke belakang. Salah satu sulah nyanda ini dibuat lebih panjang dan memiliki kemiringan yang lebih rendah pada bagian bawah rangka atap. Rumah tradisional Badui ini disebut juga Imah dan harus menghadap ke selatan. Bentuknya empat persegi panjang dengan atap kampung dan sosoran dipasang di salah satu sisinya. Selain itu, rumah adat ini memiliki hiasan di atas atap rumah yang menyerupai bentuk tanduk. Hiasan ini terbuat dari ijuk (sabut aren) yang dibulatkan dan diikat. Pembangunan rumah adat sulah nyanda mengikuti kontur tanah sehingga tiang-tiang rumah adat orang Badui tidak memiliki ketinggian yang sama.

Sosoro

Ruang ini terletak di sebelah selatan yang dipakai sebagai tempat menerima tamu dari luar daerah. Untuk menerima tamu dari daerah tersebut menggunakan golodog. Dalam bahasa Indonesia, sosoro ini disebut teras atau ruang depan. Selain itu, dapat dijadikan ruang keluarga, ruang tamu, ruang masak, ruang simpan dan ruang tidur anak perempuan.

Tepas

Tepas berada di samping dan bentuknya memanjang ke belakang, digunakan untuk ruang kegiatan bersama anggota keluarga. Imah merupakan inti rumah yang biasa digunakan untuk kegiatan keluarga. Selain itu, bisa juga digunakan sebagai ruang keluarga, ruang tamu, ruang masak, ruang menyimpan barang, dan ruang tidur anak perempuan. Ruang sosoro yang berada di depan menyambung dengan ruang tepas membentuk huruf “L” tanpa adanya sekat atau pembatas.

Ipah

Ipah adalah ruang belakang rumah yang digunakan sebagai penyimpanan persediaan makanan pokok seperti beras, jagung, lauk pauk dan lain-lain. Selain itu, ipah juga digunakan sebagai dapur tempat mereka memasak. Sementara itu, Imah tertutup dengan hanya satu pintu. Pintu rumah merupakan satu-satunya akses yang tersedia untuk masuk ke dalam rumah. Letaknya berada di sebelah sisi bangunan, ditandai dengan adanya teras kecil dan anak tangga.

Pondasi

Konstruksi bangunan dalah rumah panggung dengan material bahan-bahan bangunan yang pengambilannya berasal dari sekitar lokasi. Pondasi bangunan menggunakan batuutuh yang tidak dipecah dan tidak tertanam terlebih dahulu. Batu ini digunakan sebagai landasan tiang kayu rumah.

Tiang

Kontruksi utama rumah seperti tiang dan balok menggunakan kayu tanpa sentuhan akhir. Sambungan-sambungan tiang tersebut menggunakan purus dan coak yang diperkuat dengan pasak tanpa dipasang paku.

Lantai

Rangka lantai menggunakan bambu, bagian atasnya ditutup dengan bambu pecah yang diratakan. Untuk tidur atau kegiatan yang lain biasanya dilakukan lesehan dengan membentangkan tikar pandan sebagai alas untuk duduk.

Dinding

Dinding rumah terbuat dari anyaman bambu berikut tulangannya dengan motif anyaman kepang. Anyaman pada dinding atas dibuat dengan jarak yang jarang, sementara pada dinding bagian bawah anyaman dibuat lebih rapat. Motif anyaman model lain pada pintu masuk adalah anyaman bambu dengan model vertikal yang terbuat dari dari bilah bambu. Anyaman yang terkesan mirip juga digunakan untuk alas tempat penyimpanan barang di atas rumah.

Atap

Rangka atap rumah menggunakan kayu dengan rangka penutup atap terbuat dari bambu, sementara itu untuk penutup atap menggunakan anyaman yang terbuat dari daun nipah. Secara umum konstruksi rumah sulah nyanda memakai sistem knock down. Masyarakat Baduy akan mempersiapkan bagian dan material bangunannya terlebih dahulu sebelum membangun rumah. Kemudian dengan cara bergotong royong merakitnya menjadi sebuah rumah sehingga tidak memakan waktu yang lama untuk mendirikan sebuah rumah.

Konsep bangunan

Bangunan suku baduy dirancang berdasarkan konsep ekologis, yaitu memadu dengan alamiah lingkungannya. Untuk membangun rumah digunakan bahan dan konstruksi alami berasal dari wilayah terdekat. Sama sekali tidak menggunakan bahan dengan campuran bahan kimia yang lebih modern. Dalam membuat rumah masyarakat baduy menggunakan patokan arah Barat-Selatan sejalan dengan arah cahaya matahari yang menyinari bangunan, sehingga cahaya matahari dan angin akan masuk ke dalam rumah sebagai penambah kesehatan dan kesegaran melalui celah dinding.

Dimensi Bangunan

Dimensi yang menjadi acuan pada rumah tinggal masyarakat baduy adalah penggunaan ukuran bagian rumah dengan bagian dari tubuh manusia yang menghuni rumah tersebut. Sebagai contoh, untuk menentukan lebar pintu maka digunakan ukuran tubuh seorang kepala keluarga laki-laki sedang bertolak pinggang. Sedangkan, tinggi pintu diukur menggunakan tinggi kepala keluarga laki-laki dengan menaruh telapak tangannya di atas kepala.

Sistem Drainase dan Pengelolaan Sampah

Sistem drainase bertujuan untuk mengalirkan air hujan yang berada di sekitar rumah. Masyarakat baduy tidak membuat saluran khusus, tetapi jalan yang berada di antara rumah digunakan sebagai saluran drainase. Mereka menyusun batu kali di sekeliling rumah untuk menghalangi tanah di bawah bangunan dari gerusan air yang mengalir ketika hujan turun dari curahan atap rumah. Hal ini memunjukan bahwa aya upaya konservasi sistem air di kampung, yaitu menjaga supaya air meresap kembali ke dalam tanah.

Ukuran rumah

Ukuran luas rumah setiap warga tidak sama satu dengan lainnya. Hal ini disengaja karena lahan semakin terbatas dan memakan biaya yang tidak sedikit. Untuk mendirikan sebuah rumah, setiap warga tidak sembarang membangun pada lahan yang kosong. Melainkan harus ada surat izin khusus dari perangkat adat, termasuk untuk penentuan posisi rumahnya. Adapun ukuran luas rumah pada umumnya berkisar 7 m x 7 m, 9 m x 10 m, bahkan ada yang mencapai 12 m x 10 m.

Pola pemukiman rumah adat

Masyarakat Etnik Baduy memiliki pola pemukiman klaster. Artinya rumah-rumah berhimpun terpusat berada dalam wilayah yang dibatasi dengan pagar alam. Pagar alam ini diletakkan mengelilingi kampung sekaligus sebagai batas antara wilayah pemukiman dan hutan. Orientasi rumahnya berpaku pada letak rumah dinas Puun yang berada di arah Selatan, sehingga rumah pejabat adat dan rumah warga tidak berada di belakang atau di samping rumah Puun. Rumah pejabat adat dan rumah warga berada di depan rumah Puun. Adapun tata letaknya bahwa rumah Dinas Girang Serat (staf ahli Puun) berada di depan sebelah kanan rumah Dinas Puun. Demikian pula dengan letak Rumah Dinas Jaro. Rumah para mantan pejabat adat berada di depan kanan dan kiri rumah Dinas Puun. Perlu diketahui bahwa para pejabat adat seperti Puun, Girang Serat, dan Jaro selama menjabat dapat dipastikan wajib menempati rumah dinasnya. Para pejabat ini akan tidak menempati rumah dinas bila sudah tidak menjabat. Adapun waktu menjabatnya disesuaikan dengan kemampuan fisik dan non fisiknya, bila merasa sudah tidak mampu lagi maka berhak mengajukan ke kokolot adat untuk undur diri. Rumah Puun berhadapan langsung dengan Balai adat. Balai Adat ini berfungsi untuk melaksanakan berbagai keperluan adat, seperti rapat adat, prosesi sunatan, prosesi lamaran. Saung lisung (balai untuk menumbuk padi) berada di belakang sebelah kanan Balai adat. Rumah warga berbentuk panggung dengan menggunakan bahan-bahan alami, seperti kayu digunakan sebagai tiang dan kerangka rumah. Bambu digunakan sebagai sebagian kerangka, dinding dan tali-temali. Daun nipah digunakan untuk atap. Rumah adat sulah nyanda tidak memiliki jendela, tetapi memiliki lubang berbentuk kubus atau persegi dengan ukuran yang beragam tiap rumah tidak sama. Perkiraan ukurannya lebih kurang 10 cm x 10 cm, atau 10 cm x 15 cm. Lubang tersebut dipergunakan untuk memantau keamanan lingkungan rumahnya. Rumah ini hanya memiliki satu pintu ke luar masuk, pintu itu disebut dengan Panto. Pintu ini tidak terletak di depan persis tetapi di kiri dan di depan pintu terdapat terasan yang disebut papange. Di depan papangge terdapat tangga untuk naik turun yang disebut taraje. Hutan berada di sekeliling komplek pemukiman, adapun tumbuhan yang ada dalam hutan di antaranya, pohon durian, pohon bambu yang tumbuh di pinggir kanan kiri sungai. Demikian pula dengan tumbuhan untuk pengobatan, seperti pohon Kiseureuh, Hanjuang, Honje, Hantu Kalabang, Hareundang, Harendong, Palungpung, Jukut Bau, jeung Jambu Biji.

03

Pihak dan peran

Perancang dan pelaksana belum diringkas dalam tabel ini. Nama dan perannya mungkin disebut dalam uraian sumber; baca sesuai konteksnya.

Atribusi berlaku pada fase yang disebut. Pemesan, perancang, pelaksana, dan pembangun mempunyai peran berbeda.

04

Riwayat perubahan

Belum tersedia informasi bersumber untuk bagian ini.

05

Ukuran dan sistem

Keterangan bahan dan sistem mengikuti uraian sumber terpilih. Ukuran, nama perancang, tahun pembangunan, dan klaim kinerja yang belum diperiksa silang tidak dimasukkan sebagai data tersendiri.

Dasar informasi:[1]

Ukuran belum diringkas dalam tabel ini. Baca angka pada uraian sumber bersama definisi, fase, dan lingkupnya.

06

Dokumentasi dan sumber

Edisi sumber dan hak penggunaan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia — Sulah nyanda. Revisi 29883826. Markup, tabel, daftar, media, catatan kaki, kutipan panjang, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Templat format/bahasa dan angka-satuan sederhana dipertahankan sebagai nilai literal sumber, templat lain dihilangkan; urutan paragraf sumber dipertahankan. Seleksi dan ringkasan merupakan adaptasi independen berlisensi CC BY-SA 4.0.

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ↗

Ringkasan berbahasa Indonesia disusun dari nama, lokasi, kategori, dan istilah arsitektur pada catatan sumber. Teks sumber berbahasa Indonesia mengikuti ketentuan penggunaan yang tercantum di atas. Penelaahan ahli independen belum tercatat.

Riwayat penulis dan kontributor sumber ↗ · revisi 29883826. Teks yang diadaptasi pada profil ini mengikuti CC BY-SA 4.0. Kategori sumber bukan penetapan cagar budaya.

Lingkup identitas: Artikel sumber mengidentifikasi Sulah nyanda sebagai bentuk atau tipologi arsitektur. Profil membahas konsep arsitektur dan variasinya dalam konteks Indonesia; bukan satu bangunan contoh atau klaim asal yang eksklusif.

Status sumber: Artikel ensiklopedia kolaboratif; bukan rekaman penetapan pemerintah · Klasifikasi sumber: Kategori artikel; bukan rating bangunan. Tanggal penetapan bukan tanggal konstruksi.

Tanggal atau versi data sumber: 2026-09-18T06:00:15Z.

Catatan pembacaan sumber
  • Adaptasi ensiklopedia kolaboratif; penelaahan ahli independen belum tercatat. Rujukan eksternal dalam artikel bukan sumber yang dinyatakan telah dibaca oleh Arsitektur.
  • Pemilihan paragraf dan pengelompokan bagian mempertahankan teks sumber; markup, templat, tabel, media, dan bagian nonnaratif dihilangkan. Teks serta adaptasinya mengikuti CC BY-SA 4.0.

Dasar informasi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia · Sulah nyanda · revisi 29883826 ↗
    Kontributor Wikipedia · diakses pada 2026-10-15 · dokumen 2026-09-18T06:00:15Z

Disusun oleh Arsitektur. Penelaahan ahli independen tidak diklaim.

Perubahan isi: 2026-10-17. Tanggal ini tidak menyatakan survei fisik, tanggal dokumen, atau penelaahan independen.

Baca dokumentasi